Kisah Cinta Si Palindih

Sumber Gambar: http://www.hdwallpapers.in
Sumber Gambar: http://www.hdwallpapers.in

Apa yang tuan rasakan apabila salah seorang kawan tuan memutuskan untuk memulai sebuah karangan nan mengisahkan perjalanan hidupnya?

Sungguh senang dan takjub mendengarnya dan tentu saja kami sangat penasaran apakah nama kami akan ada disebut dalam kisah-kisah nan dituliskannya itu. Itulah nan kami rasakan tatkala tanpa sengaja menemukan sebuah berkas rahasia dalam penyimpan protabel kami. Berkas nan telah hampir dua tahun tiada kami sentuh tatkala dipindahkan dahulu, sebuah berkas yang tiada sengaja ikut tersalin tatkala menyalin berkas-berkas kantor untuk diamanakan.

Gelak-gelak kami dibuatnya membaca kisah itu, walau hanya satu kali disebutkan dan itupun dalam rangkaian nama kawan-kawan nan lain serta tiada pula ada cerita dan mengiringi. Tak mengapa, tiada mengurangi rasa salut dan penghargaan kami atas perasaian hidup nan dijalaninya.

Namun tak urung kami selalu terkenang, terutama sekali perihal perasaan cinta nan dialaminya dengan kawan semasa berkuliah dahulu. Orang nan polos, suka berterus terang, tiada pandai berpura-pura, sering kikuk apabila berhadapan dengan perempuan, serta keras kepalanya nan tiada bandingnya itu. Terbayangkah oleh engku bagaimana jadinya kawan kami ini berhadapan dengan makhluk nan bernama perempuan itu?

Kami masih ingat kejadiannya. Ya, dia ditolak, menjadi bahan olok-olokan kawan-kawan. Sungguh suatu kisah cinta nan mudah diterka. Si gadis merajuk berhari-hari, tak hanya kepada dirinya melainkan juga kepada kawan-kawan nan ikut terlibat dalam tindak kejahatan “menyatakan cinta” itu. Pada hal semua kawan lelaki suka akan si gadis, mahasiswi tercantik dan termanis di kelas dan di angkatan kami. Campuran Manado-Ambon nan hilang kabar beritanya semenjak acara wisuda. Namun hanya satu orang nan berani menyatakan perasaan cinta kepada dirinya yaitu kawan kami nan keras kepala ini.

Dipandang remeh serta dianggap bukan saingan demikianlah nasib kawan kami ini. Namun setidaknya dia lebih jantan karena berani menyatakan perasaan. Berlainan dengan kawan laki-laki nan lain nan merasa lebih tampan dan rupawan namun takut untuk menyatakan cinta. Kami tahu sebabnya, karena mereka insyaf bahwa standar kekasih bagi si gadis di luar jangkauan mereka, singkat kata tak satupun laki-laki di kelas masuk ke dalam standar si gadis.

Demikianlah, walau cinta di tolak kawan kami tetap semangat menjalani hari-harinya. Walau dalam dunia nyata mereka tak bersanding namun dalam khayalan kawan kami nan keras kepala ini mereka telah menjadi sepasang kekasih. Berlibur bersama, menghabiskan hari berbelanja di mall termegah, makan malam di restoran, dan pulang ke rumah masing-masing untuk tidur. Ingat, tiada boleh macam-macam sebelum menikah..

Dan kini kenangan akan masa kuliah itu kembali datang berkat kisah kawan kami ini. Kami yakin, kisah ini ditutupnya rapat-rapat dan berkat keberuntungan nan ada berpindah ke penyimpanan portabel milik kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s