Melancong ke Lombok(6); Gili Trawangan

Picture: Here
Picture: Here

Sebelum berangkat, salah seorang kawan kantor kami telah mengingatkan kawan kami St. Rajo Basa “Kalau ke Lombok hendaknya engku pergi ke Gili Trawangan, kalau tiada, rugi engku, belum ke Lombok rasanya..” bujuk rangkayo kawan kami sembari memanas-manasi.

“Syukur kami karena Gili Trawangan termasuk kepada jadwal pesiar kami selama melancong di sana..” seru kawan kami ini dengan senyum mengembang.

Bule nai kereta [Picture: here]
Bule nai kereta [Picture: here]

Berangkat ke pulau itu, para pelancong mesti menyeberang menggunakan kapal. Ada dua jenis kapal, kapal biasa nan dapat memuat banyak orang. Perjalanan dengan kapal ini agak lama. Nan kedua ialah dengan menggunakan sampan bermesin (boat) dimana waktu dapat dihemat “Sepuluh menit kurang lebih masanya kami ke sana engku..” kisah kawan kami ini.

“Pulau ini ialah pulau kecil berpasir putih, tatkala kita berjalan turun dari sampan bermesin tampak kejernihan air laut melambai-lambai mengajak untuk menyelami..” kisah St. Rajo Basa

Bendi alias Kereta Kuda [Picture: Here]
Bendi alias Kereta Kuda [Picture: Here]

Gili Trawangan memiliki penduduk sebanyak 800 orang dengan panjang pulau ialah 3 (tiga) Km dan lebar 2 (dua) Km. Di sepanjang tepi pantai terdapat jalan yang bernama Jl. Gili Trawangan dengan lebar 2-3 m, sepertinya jalan ini mengelilingi pulau. Di sepanjang jalan, terutama pada kawasan pelabuhan, terdapat kedai berderet-deret yang sebagian besarnya ialah cafe ataupun pub. Ramai orang berlalu lalang di jalan tersebut, ada yang berjalan kaki, naik kereta[1], dan naik kereta kuda.

“Di pulau ini tiada oto[2], namun onda[3] ada tapi onda listrik, kalau berjalan senyap tak tahu awak kalau di hendak lalu..” kisah St. Nagari Basa

Kedai di Kanan-kiri [Picture: Here]
Kedai di Kanan-kiri [Picture: Here]

Memanglah di pulau tersebut kendaraan bermotor dilarang, sebagai pengganti oto maka digunakanlah kereta kuda. Ada kereta kuda untuk pengangku penumpang dan ada pula kereta kuda untuk pengangkut barang. Sungguh asyik, alangkah indahnya kalau nan demikian diberlakukan pula di bandar kami, tiada boleh kendaraan bermorot kecuali untuk angkutan luar kota.

“Sangatlah ramai orang asing terutama berkulit putih disana dan aneh kelakuan mereka sebab nan lelaki tak jarang tersua bertelanjang dada dengan memakai seluar[4] singkat (celana pendek), apakah itu berjalan atau naik kereta. Demikian pula dengan kaum perempuannya, jauh lebih menggenaskan pakaian mereka..” lanjut kawan kami ini berkisah.

Kereta Angin nan disewakan kepada para pelancong [Picture: Here]
Kereta Angin nan disewakan kepada para pelancong [Picture: Here]

“Menggenaskan bagaimana engku..?” tanya kami ikut prihatin

“Rupanya banyak dari perempuan bule ini jatuh miskin, melarat mereka tatkala sampai di Gili Trawangan. Banyak kami dapati nan hanya menutupi bagian terpenting dari tubuh mereka engku. Dipantai ataupun di jalan nan ramai itu, mereka tiada peduli, berpenampilan seadanya..” jawabnya dengan tersenyum sembari berkisah.

Ah, ada-ada saja kawan kami nan seorang ini, kami yakin dia sangat menikmati berpesiar di pulau itu, terpuaskan rasa ingin tahunya sebab selama ini hanya menonton di tivi saja. Beragam bentuk badan mereka dan tiada malu mereka mempertontonkannya. Yang teramat janggal ialah orang tua dengan keadaan badan yang sudah banyak lemak bergoyang-goyang apabila dibawa berjalan, serta kulit yang telah mulai keriputpun tak segan.

Perempuan bule dengan segala kesederhanaan mereka [Picture: Here]
Perempuan bule dengan segala kesederhanaan mereka [Picture: Here]

Selain itu di pulau ini, pelancong dapat menyaksikan saat-saat matahari terbit (sunrise) dan matahari tenggelam (sunset). Tidak hanya itu, pelancongan di pulau ini telah dikelola dengan baik pula,  scuba diving[4] (dengan sertifikasi PADI), snorkeling [5] (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau.

Saking melaratnya, mereka tiada punya uang untuk menyewa penginapan [Picture: Here]
[Picture: Here]

“Sayang kami tiada dapat ikut scuba diving, sebab mereka mulai berangkat untuk menyelam tepat pada pukul sembilan..” ujar St. Rajo Basa sedih.

“Kenapa engku hendak ikut? engku kan tiada pandai berenang?” tanya kami penasaran.

“Menyelam kan memakai alat bantu pernafasan engku, tiada perlu pandai berenang untuk dapat menyelam..” kilahnya.

Dalam hati kami mencela “Sebenarnya engku hendak melihat perempuan bule berenang..”

Sebagai wilayah berpenduduk muslim, di pulau ini juga terdapat sebuah masjid, kesanalah mereka pergi menunaikan shalat zuhur, membersihkan hati dan fikiran selepas memberi nafkah mata mereka dengan nafkah yang tiada halal.

_________________________

Salah satu kawasan nan diperuntukkan bagi tamu hotel [Picture: Here]
Salah satu kawasan nan diperuntukkan bagi tamu hotel [Picture: Here]

Catatan Kaki:

[1] Sepeda

[2] Mobil

[3] Sepeda Motor

[4] Celana

[5] Selam Scuba adalah penggunaan alat pernapasan bebas untuk berada bawah air dalam waktu lama untuk penyelaman rekreasi dan penyelaman profesional. Biasanya penyelam berenang di bawah air, namun berjalan dan penggunaankendaraan propulsi penyelam juga dimungkinkan. Kata SCUBA merupakan sebuah akronim untuk “Self Contained Underwater Breathing Apparatus”, tetapi telah diterima sebagai kata yang menunjuk ke peralatan scuba.

[6]  Snorkeling (selam permukaan) atau selam dangkal (skin diving) adalah kegiatan berenang atau menyelam dengan mengenakan peralatan berupa masker selam dan snorkel. Selain itu, penyelam sering mengenakan alat bantu gerak berupa kaki katak (sirip selam) untuk menambah daya dorong pada kaki.

_________________________

Picture: Here
Picture: Here

Baca juga:

[a] https://id.wikipedia.org/wiki/Gili_Trawangan

[b] https://id.wikipedia.org/wiki/Selam_scuba

[c] https://id.wikipedia.org/wiki/Snorkeling

Advertisements

4 thoughts on “Melancong ke Lombok(6); Gili Trawangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s