Perjalanan dan keteguhan

Picture: Here
Picture: Here

Berjalan ialah salah satu kebiasaan nan menyehatkan dan juga mengundang bahaya. Pada masa sekarang jalur pejalan kaki tiada begitu mendapat dimata pembangunan dan pembuat kebijakan. Terutama amatlah berbahaya berjalan kaki di malam hari, telah banyak orang nan mati karena dihantam oleh oto[1]. Kalaupun ada jalur untuk pejalan kaki, telah banyak nan dipakai oleh pedagang kaki lima. Ditegah salah, kata mereka hanya mencari sesuap nasi untuk anak-bini. Apabila dibiarkan, orang lalu nan terzhalimi, sungguhlah amat payah dibuatnya.

Kami terkenang tatkala membaca roman-roman dari luar negeri, dimana dikisahkan berjalan-jalan di kala petang menjadi kebiasaan bagi sebagian penduduk di Negeri Eropa. Biasanya mereka berjalan-jalan keliling kampung mereka, menikmati suasana, menghirup udara bersih nan segar, serta menenangkan fikiran. Memanglah benar, ada sebagian orang nan mengatakan kalau berjalan-jalan itu dapat mengurangi beban fikiran (stress).

Apabila terkenang perkara berjalan-jalan ini, sangatlah banyak hikmah nan dapat diambil. Dalam berjalan banyak halangan dan rintangan nan mesti dihadapi, jalan nan buruk, jalan nan putus, jalan nan tergaduh, jalan nan rusak, jalan nan dijaga oleh para penggaduh nan suka duduk-duduk ataupun tegak-tegak di tepi jalan sambil bergunjing, jalan nan ada anjingnya karena rumah induk semangnya ada di tepi jalan itu sehingga apabila lalu acap kena salak dan kemudian dikejar, ada jalan nan berhantu, dan lain sebagainya.

Kata orang itulah rupa ujian nan mesti dilalui kalau hendak sampai ke tujuan. Tiada mesti dihindari melainkan dihadapi, dicari akal agar dapat lalu. Namun sebagian dari kita tiada tabah sehingga memilih jalan lain nan belum tentu lebih baik. Ada jua nan berkeluh kesah, mencela, ataupun sekadar mengumpat dalam hati. Tak jarang ada nan berbalik dan memutuskan untuk tiada menyampaikan maksud ke tujuan nan telah ditetapkan.

Nasihat orang tua di kampung kami, hendaknya engkau berkawan dalam menempuh suatu perjalanan itu, agar dapat saling membela, menolong, mengingatkan, dan bergandengan tangan. Sebab rupa-rupa cobaan, halangan, dan rintangan nan akan dihadapi itu terkadang membutuhkan sokongan dari kawan seiring. Kata Si Engku Tua lagi “Berhati-hati pula dalam memilih kawan, apalagi dalam menaruh kepercayaan. Tiada semua orang patut engkau percayai, tiada semua orang lurus hatinya, banyak nan menggunting dalam lipatan..”

Terkadang rayuan nan datang dipertengahan  jalanpun takkalah manisnya. Dalam rupa berbagai macam, maksud jahat dibungkus dengan wajah tulus dan mulut manis. Terkadang kita disorongkan ke jalan sesat nan menjauhkan kita tak hanya dari tujuan nan hendak dicapai akan tetapi juga dengan kaum keluarga nan banyak manaruh harapan.

Tiada jarang pula, orang-orang tersebut berusaha mengambil kita untuk mencapai tujuan nan dia hendak “Baik itu, bagus itu, usah risau dan berprasangka..” padahal kaum keluarga telah mengingatkan betapa buruknya maksud nan disorongkan itu.

Banyak nan salah jalan, salah mengambil kawan, lupa dengan tujuan, dan menjauh dari kaum keluarga. Semua itu karena termakan bujuk rayu dari syetan berwujud manusia. Apabila telah tersadar dari sihir Sijundai itu, akan terbit sesal. Awak telah salah jalan, telah jauh dari keluarga, dan terikat dengan orang jahanam nan tiada berguna.

Kepercayaan, kalau dalam bahasa agamanya ialah Iman. Itu merupakan pokok dari semua agama, apabila tiada iman maka ia akan menjadi sosok tiada beragama, serupa bangkai berjalan saja lagi. Menistakan agama nan dianutnya bahkan tak jarang yang murtad. Serupa itu pula nan terjadi manusia, tak jarang menjadi pembenci keluarga karena disangka kaum keluarga itu bermaksud buruk sehingga menghitamkan keluarganya. Namun apabila telah tersadar, ditunjuki juga oleh Allah jalan nan benar, maka terbit sesal dalam diri.

Demikianlah jalan itu, panjang dan tiada ujung. Kata orang tua-tua “Ujungnya ialah Alam Kubur, tempat kita semua akan berpulang..”

Semoga kita terpelihara dari perkara-perkara nan demikian. Amin..

____________________________

[1] Mobil

Advertisements

One thought on “Perjalanan dan keteguhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s