Keangkuhan Cendikiawan

Picture: Here
Picture: Here

Baru-baru ini Tuan Besar memberi pengajaran kepada seluruh pegawai nan bekerja pada dirinya. Sang Tuan Besar sangat kesal dengan pegawainya nan muda-muda tapi angkuh dan sombong akan ilmu dan derajat tinggi nan dimilikinya. Memandang rendah pegawai lainnya karena merasa dirinya lebih berpengatahuan dibandingkan pegawai nan telah lama bekerja.

Si Gombak menyunggingkan senyum tatkala mendengar pengajaran Tuan Besar itu, fahamlah ia bahwa telah ada nan mengadu agaknya. Di sebelahnya kawan seiringnya Buyuang Baganto menoleh ke arahnya sambil tersenyum. Fahamlah mereka berdua, bahwa pegawai gaek telah mulai memulai permainan. Mereka tidak menyangkal akan apa nan disampaikan oleh Tuan Besar, memang terdapat kawan-kawan mereka sesama pegawai nan lupa daratan. Namun tiada dapat dipukul rata serupa itu serta agaknya Tuan Besar kurang arif dalam memandang persoalan nan satu ini.

“Apa nan tengah berlaku saat ini sebenarnya hanyalah Anti Tesis..” ujar Buyuang Baganto “Bak kata orang bijak bestari tiada akibat kalau tiada sebab, serupa pula dengan kata pepatah orang tua-tua, ada asap maka ada pula api..”

“Ah, sudah mulai pula engkau berfilsafat agaknya. Takkan kenal mereka itu dengan Tuan Hegel..” jawab Bujang Gombak kepada kawannya “Nanti semakin terbukti kata Tuan Besar itu, Keangkuhan Cendikiawan katanya..”

“Tuan Besar mesti diberi ingat bahwa segala nan berlaku dalam kehidupan pekerjaan kita ini memiliki penyebab. Memang kita sayangkan beberapa orang kawan-kawan nan memandang remeh pegawai lama karena mereka tiada bersekolah tinggi. Namun semua itu ada penyebabnya..” jawab Buyuang Baganto

Bujang  Gombak tercenung “Keangkuhan Senioritas ialah Tesis, Keangkuhan Cendikiawan ialah Anti Tesis. Lalu apa sintesisnya?” tanya Bujang Gombak kepada kawannya.

“CHAOS..” jawab Buyuang Baganto “Itulah nan berlaku sekarang, keadaan pekerjaan yang kacau balau, jarak antara pegawai lama dengan pegawai baru nan tamatan perguruan tinggi, dan lain sebagainya..”

“Mungkin kita dapat buatkan daftarnya..” kata Bujang Gombak bergurau, kawannya tersenyum jahil “Pegawai Gaek acap menunjukkan keangkuhan mereka dalam bekerja dengan mengemukakan betapa mereka telah lama bekerja, telah tahu seluk-beluk pekerjaan, dan memandang remeh pegawai baru..”

“Itu merupakan cara mereka melindungi diri, sebenarnya mereka tengah dilanda kecemasan sebab pegawai baru ini lebih tinggi sekolahnya serta lebih cerdik. Tentulah mereka merasa cemas, terancam, dan kesal. Mereka nan telah berkarat di dalam pekerjaan itu masih menjadi pegawai biasa sedangkan nan muda-muda ini, baru masuk sudah dapat menjadi salah seorang pimpinan dikarenakan ijazah mereka nan tinggi itu..” ungkap Buyuang Baganto.

“Tepat sekali, sedangkan nan muda karena diserang dengan Keangkuhan Senioritas mereka gunakan ilmu dan pemahaman nan mereka dapatkan untuk melawan balik atas Keangkuhan Senioritas itu..” jawab Bujang Gombak “Bagi nan arif memilih diam tiada menanggapi..”

Buyuang Baganto tersenyum sedih “Nan membuat mereka terlihat ketakutan ialah sikap mereka yang mencoba mengemukakan pandangan mereka nan dangkal itu dan terlihat dipaksakan di hadapan rapat atau sekadar bercakap-cakap diwaktu luang bersama para pegawai lainnya..”

“Iya, maksud hati hendak memperlihatkan kepandaian. Namun nan terlihat justeru kebodohan. Apabila disanggah maka mereka akan marah, dan keluarlah senjata; Keangkuhan Cendikiawan sebagai tameng pertahanan terakhir mereka..” jawab Bujang Gombak.

“Selain itu mereka tiada pernah menghormati orang lain terutama kita nan muda-muda ini dalam bertukar fikiran. Dengan cepat mereka menyanggah dan berusaha mencari-cari celah untuk membantah segala pendapat kita itu..” Buyuang Baganto menimpali.

“Biarkan sajalah, orang banyak nan akan menilai. Satu nan patut kita garis bawahi, mereka takut akan kita sedangkan tidak demikian dengan kita..” kata Bujang Bagaga.

“Iya benar, pangkal ini semua ialah pangkat, jabatan, dan penghasilan lebih..” sambung Buyuang Gombak sambil tersenyum sedih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s