Menuhan Manusia

Picture: Here
Picture: Here

Rindu dendam menusuk hati mengalahkan udara dingin dan menusuk kulit
Hempasan duka nan menyesak di dada mengalahkan tamparan angin ribut pembawa penyakit
Bayangan engkau menari-nari di pelupuk mata
Senyuman engkau membuat hati merana
Suara dan tangisan engkau membuat hati ini hanyut entah kemana

Duhai nasib, duhai takdir, betapa kejamnya engkau

Kami dipisah serupa memisahkan bulu dari ayam, daging dari tulang
Sedangkan binatang nan sedang beranak. masih menaruh iba nan hendak membuang
Adakah manusia namanya apabila keangkuhan nan menjadi undang
Memisahkan dari sibiran tulang

Apabila manusia menjadi tuhan
Setiap silap menjadi benar
Perkara nan hitam menjadi putih
Jatuhlah Fir’aun namanya ia
Karena takut dipandang cinta
Maka dikorbankanlah manusia

Adapun dengan ia
Tertutup segala cinta
Dikorbankan apa nan ada
Demi menyenangkan tuhan nan dipuja

Biarlah badan rusak binasa
Memutus cinta nan ada
Menghalang si biji mata
Untuk berkumpul dengan nan dicinta

Tiada daya dan upaya
Karena Nan Satu jua nan punya kuasa
Dialah nan menentu segalanya
Tempat kembali semua bangsa

Advertisements

2 thoughts on “Menuhan Manusia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s