Pintu Berukir

Picture: Here
Picture: Here

Dahulu semasa kanak-kanak acap kami temui tatkala bertandang ke rumah karib-kerabat ataupun handai taulan sebuah pintu nan diukir sangat rancak. Ukiran nan menggambarkan keadaan perkampungan di Minangkabau, pemandangan rumah gadang, pedati, sungai, jalan nan berbelok, serta semak belukar ataupun kebun yang ditumbuhi pohon pisang, kelapa, dan berbagai jenis tumbuhan lainnya. Terkadang tak hanya itu, terdapat juga ukuran penduduk kampung ataupun ukiran lelaki dan perempuan dengan memakai pakain kebesaran. Namun sebagian besar nan kami dapati ialah ukiran perempuan saja dengan memakai tingkuluak tanduak.

Itu dahulu, semasa kami kanak-kanak. Kini telah banyak nan berubah. Sebagian besar rumah orang-orang di kampung kami tiada lagi memakai hiasan semacam itu pada pintu bagian depan di rumah mereka. Polos saja tiada berukir, demikianlah cita rasa seni orang sekarang. Lain masa lain pula selera, lain pula cara mereka menikmati keindahan.

Tak salahlah para sejarawan berpendapat setiap zaman memiliki ke khasan tersendiri yang terekam pada produk kebudayaan yang mereka hasil, atau dalam bahasa mereka dikenal dengan Zeitgeist.  Jiwa Zaman dalam bahasa Melayum dimana terekam dengan baik ciri khas suatu zaman nan acap tak menjadi perhatian bagi sebagian besar orang.

Beberapa masa nan silam kami dapati kembali suatu pemandangan yang telah bertahun-tahun nan lampau tiada kami dapati. Sebuah pintu berukir dengan pemandangan kahas Minangkabau. Syukurlah masih ada nan memeliharanya dan mempertahankannya. Semoga saja para ahli-ahli dalam seni berkenan menjadikan hal ini sebagai sebuah studi.

__________________________

When I was kid, I found a few house have a door carved like this. Long time ago and now its different time, its difficult to find house like this. The carving usually describe about Minangkabau village with rumah gadang (the Minangkabau traditional house), cart, river, the street, shrubs, garden with banana, coconuts, or anything else. Some of the carving also has man and female, most of them was female with Minangkabau traditional dress.

There is in the past, its difficult to find on this time. But a few month ago I found this door with carving on may friend wife’s house. Its nice to see this again, and I wish there are an Arts Schoolar do a research for this.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s