Ilmu dalam Jiwa

Picture: Here
Picture: Here

Cinta itu kadang tiada dapat dimengerti, payah difahami, dan hingga kini tiada seorangpun nan dapat menerjmahkan. Masing-masing orang memiliki pemahaman berlainan mengenai perkara nan satu ini, sudah banyak kitab nan dikarang perihal nan satu ini, namun memberi kepuasan akan makna dari satu kata bertuah itu.

Cinta tak selalu perkara sepasang kekasih, tak melulu perkara asmara. Semasa kanak-kanak kami dan kawan-kawan acap berselisih faham dengan kawan-kawan nan berbeda kampung. Terjadilah saling mengejek dan menghina, sampai kepada kampungpun dihina-hina. Maka apabila sudah diburuk-burukkan orang kampung awak, sakitlah hati itu, dibalas dengan ejekan nan lebih jahat perihal kampung lawan.

Semasa bekerja, seorang kawan kami pernah tersinggung tatkala kantor tempat dia bekerja mendapat cemoohan dari pegawai nan berasal dari kantor lain. Sakit hatinya, betapa pada wajahnya nan masam itu terbayang amukan amarah nan sedang dicoba ditahannya dalam bathin.

Ada jua kawan kami nan lain, tatkala induk semangnya nan tiada disukainya itu mendapat celaan dari orang lain. Ia kesal, sungguh aneh karena ia tiada suka dengan induk semang nan selalu membuat dia kesal.

Dan perkara cinta-cintaan ini, kami terkenang dengan kisah bertahun-tahun nan silam.

Dahulu semasa berkuliah, jurusan tempat kami belajar ialah jurusan rendahan. Kata orang, nan berkuliah disana ialah orang-orang nan tiada memiliki masa depan. Berlainan dengan jurusan lain nan sudah pasti tempat bekerja selepas kuliah nanti. Lupa mereka kalau mereka belum pasti tamatnya, dan kalaupun tamat belum pasti pula akan diterima bekerja. Maka jurusan kami nan mendapat peringkat kedua dari bawah tatkala kami mula berkuliah itu menjadi jurusan nan dianggap enteng dan dipandang remeh. Ditambah nan berkuliah disana ialah anak orang melarat semua.

Dalam pergaulan sehari-hari, apakah di tempat kuliah, kos, ataupun lingkungan pergaulan lainnya. Acap orang memandang rendah jurusan nan kami ambil, dengan sedikit mencela mereka bertanya “Hendak bekerja dimana engkau selepas tamat nanti?”

Acap kami terdiam dan menjawab dengan senyuman nan dimanis-maniskan. Sakit terasa di hati karena jurusan dan diri kami dipandang rendah oleh orang-orang. Dalam kehidupan sesama mahasiswapun demikian, jurusan kami merupakan jurusan yang tak dianggap karena merupakan tempat mahasiswa nan lemah otaknya berkuliah, selain itu lulusannya tiada nan jadi pejabat, pegawai BUMN atau perusahaan besar lainnya, orang berpangkat, dan lain sebagainya.

“Sebenarnya jurusan engkau itu tiada perlua ada, sebab tanpa berkuliah di jurusan itupun semua orang sudah faham itu apa Sejarah..” itulah sedikit dari sekian kata-kata menusuk yang berhasil kami ingat.

Terkenang kami dengan perkuliah pada mata kuliah filsafat “Setiap orang nan berilmu ia akan tumbuh menjadi manusia arif nan bijaksana. Setiap orang nan berilmu itu akan memandang mulia setiap manusia. Sebab masing-masing orang memiliki kemampuan nan berlainan. Tiada memandang remeh orang lain karena ia faham dia mungkin tahu akan suatu perkara namun tidak mengetahui perihal perkara nan lain. Akan tetapi orang lain mungkin saja tiada mengetahui perkara nan diketahuinya sebaliknya orang lain itu memiliki pengetahuan dan pemahaman akan perkara nan tidak diketahuinya. Hidup itu ialah saling mengisi, bukan saling mencela dan merendahkan keilmuan orang lain. Tiada berilmu seseorang kalau ia belum pandai menghormati dan menghargai orang lain, selemah apapun orang itu..”

Demikianlah cinta itu, tak hanya kisah cinta sepasang merpati nan sedang dimabuk asmara. Cinta tak melulu perkara asmara, dapat saja cinta itu berbicara soal keyakinan. Semakin direndahkan ilmu nan kami miliki semakin cinta kami akan ia.

Advertisements

2 thoughts on “Ilmu dalam Jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s