Hari nan Dinantikan

Picture: Klik Here
Picture: Klik Here

Canda, tawa, dan tertawa lepas serta wajah berseri-seri bahagia mengingat dalam waktu dekat ini akan bersua dengan nan teramat dirindukan. Rasa senang, mabuk kepayang memikirkan pertemuan dan semakin dekat. Rasa-rasa dipelupuk mata kiranya pertemuan itu. Senyumannya, gelaknya, suaranya, dan tingkahnya nan selama berbulan-bulan ini teramat dirindukan.

Payah mencari siasat untuk bersua, sakit kepala memikirkan kesempatan nan belum jua tampak, gundah hati menahan kerinduan, tak dapat dipicingkan kelopak mata ini dikala malam dalam penantian.

Berlainan dengan hari biasa, sendu nan selalu terpancar pada wajah, duka nan menjadi selimut dalam hati, serta gundah nan mengawani sepanjang hari. Air mata nan mengalir disembunyikan, amukan dalam bathin ditahankan.

Cinta nan tertahan, sayang nan tak tersampaikan, bergejolak dalam dada menanti untuk dilepaskan. Dicari pelarian, dicari pelampiasan. Namun berlain rasanya, walau bagaimanapun, bagian dalam jiwa ini sudah ditetapkan siapa nan mengisinya. Tiada dapat diisi orang lain walau sebesar apapun sayang dan ditumpahkan ke hadapannya.

Iba hati, duka terasa, gundah nan meraja itu disimpan rapat-rapat. Jangan sampai orang lain tahu. Gelak diperbuat, riang diperlihatkan, namun pedih nan sebenar berlaku pada bathin ditahan jangan sampai tampak pada orang lain.

Akankah pertemuan nanti akan seindah nan dibayangkan? Akankah kenal ia nantinya? Adakah tahu ia betapa hati ini sudah mengelembung menahan rindu nan tiada pernah dapat tersalurkan? Adakah…?

Sungguh harapan dan do’a digantungkan kepada pemilik langit dan bumi. Niat telah ditanamkan, khidmat telah diusahakan, dan keinginan telah disampaikan. Akankah pertemuan nanti akan seindah nan diangan-angankan? Akankah duka ini akan terobati? Akankah segala nestapa ini akan mendapati penawar nan selama ini diidam-idamkan?

Atau justeru sebaliknya, luka itu akan bertambah dalam, nestapa akan menjadi-jadi, dan bathin nan lemah itu akan koyak oleh kezhaliman manusia.

Ya, tembok jahanam itu bernama keangkuhan, kepongahan, dan kezhaliman. Menjadi rintangan antara hati nan saling menyayangi, menjadi racun bagi jiwa nan saling merindukan. Kezhaliman itu akan saling menjadi-jadi apabila mendapat sokongan dari si dungu nan lemah hatinya, si pandir nan tak tahu cara bersikap, dan si busuk nan suka mencari selamat.

Bagi mereka, dua alampun akan mereka terjang demi memuaskan kehendak hati nan tiada pernah dipupuk dengan rasa sabar itu. Selalu dipuja dan dibela sehingga terlena dengan kesilapan pada diri sendiri. Tiada pernah merasa salah apalagi mengaku salah, tiada tahu dengan usia sehingga marwah diri tiada dijaga. Lupa kalau badan tak selalu kuat, usia nan berkurang, sehingga tiada faham ia kalau kearifan nan terpancar pada diri ialah modal dimasa tua.

Semoga kebaikan jua nan berlaku esok hari, semoga harapan indah itulah nan terkabulkan pada pertemuan nanti, semoga Allah Ta’ala nan bertahta di atas Arsy menjaga dan mengabulkan do’a ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s