Hingga sampai nanti..

Picture: Here
Picture: Here

Acap mendapati gambar nan tak jauh berlainan dengan gambar nan kami ambil pada salah satu pasar di bandar kami. Banyak menuai pujian serta do’a agar nan masih muda-muda ini agar tetap bahagia, mesra, dan saling setia hingga ajal menjelang.

Sungguh terbayang oleh kami betapa keras dan payahlah usaha pasangan nan telah lanjut ini memelihara dan menjaga serta mempertahankan hubungan mereka hingga akhir hayat. Begitu banyak cobaan, halangan, rintangan, dan tantangan dari lingkungan atas jalinan nan telah dipersaksikan oleh para malaikat di atas langit sana.

Kesetiaan, saling pengertian, saling mengalah, saling menerima, saling percaya, dan saling mengasihi. Kata orang tiada jalan nan mulus saja serupa jalan bebas hambatan. Setiap dayung dikayuh maka akan tersua segala ujian itu. Kekuatan hatilah nan menjadi tumpuan karena bila tidak tentulah kemalangan jua nan akan berlaku. Karamlah biduk itu.

Picture: Here
Picture: Here

Sepasang orang tua ini menarik perhatian kami tatkala sedang mulai jenuh dengan penantian. Penantian akan mendapat giliran di tempat tukang pangkas rambut. Untung kedai tukang pangkas rambut ini terletak di lantai dua sehingga agak luaslah pemandangan kami ini. Bermacam ragam jenis orang nan berlalu-lalang di salah satu pasar di hari pekan di bandar kami.

Menarik perhatian kami tatkala melihat sang isteri berjalan dengan menggunakan dua buah tongkat yang sederhana bentuknya. Agaknya tongkat ini hanya berasal dari dua batang kayu. Dilihat dari keadaan sepasang suami isteri ini, terlihat jelas raut-raut kesusahan hidup dalam garis wajah mereka. Terutama sang suami.

Berdua mereka berjalan berdampingan entah dari mana datangnya. Si suami menjinjing tas isterinya nan bewarna hijau, sedangkan isterinya berjalan dengan menopangkan sebagian berat badan kepada kedua tongkat di kedua tangannya itu. Berjalan amatlah lambat dan sang suami mendampingi dengan sabar. Si suami berjalan disisi sebelah kanan sang isteri, menjaga agar isterinya jangan kena singgung oleh orang ataupun kendaraan lainnya.

Tak berapa lama kemudian mereka duduk di bahu jalan, entah untuk mengapa. Si suami pergi ke dalam pasar entah mencari apa. Kemudian muncul kembali. Cukup lama mereka duduk disana sampai akhirnya kami mendapat giliran untuk dipotong rambut. Tatkala kami keluar dari kedai tukang potong rambut selepas dipangkas, sepasang suami isteri ini sudah tidak ada di tempat mereka tadi.

Kemana perginya mereka? Dimanakah kampungnya? Tak beranakkah mereka itu?

Semoga Allah Ta’ala selalu menjaga diri sepasang suami isteri itu. Amin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s