Terjengkang ke bawah

Picture: Here
Picture: Here

Kata orang hidup ini berputar, sekali di atas dan sekali di bawah. Ada kalanya seseorang itu lama di atas dan ada jua nan lama di bawah. Namun jalannya hidup itu akan berobah jua seiring dengan amalan perbuatan seseorang. Terkadang dengan cara baik ia naik namun ada pula dengan usaha buruk. Ada nan dengan perkara baik ia turun ke bawah namun ada pula dengan cara buruk ia terjengkang ke bawah. Demikianlah hukum kehidupan ini, tiada nan dapat membantah ataupun menyanggahnya.

Lawan dan kawan ialah dua bilah nan saling sebelah menyebelahi, kata orang kampung kami “Sebanyak nan sayang akan engkau, sebanyak itu pula nan benci kepada engkau..” nasehat lain berkata “Hati-hatilah engkau dengan titian nan barakuak..” maksudnya ialah berhati-hati dengan orang licik yang sengaja memberi jalan bagi kita untuk terjatuh.

Tipu-menipu serta hasut menghasut sudah menjadi pakaian kehidupan, semua orang pernah mengalami, dan bermacam-macam pula petaka nan menghampiri. Hati manusia itu merupakan alam gaib, tiada dapat menerkanya. Di luar ia tersenyum sedangkan di dalam dia menyumpah. Ada nan memperlihatkan kepongahan nan terasa di hati namun orang bijak dengan cepat memahami bahwa sesungguhnya kepongahan itu untuk menutupi kekurangan dan kelemahan dirinya.

Orang sekarang bermacam-macam tabi’atnya, ada nan lurus ada pula dan bengkok. Ada bersih hatinya ada pula dan kumuh beracun. Senyumnya senyuman memikat kemudian dihujamnya belati ke jantung hati, sakit tak terperi, terasa bilangan tahun.

Harta dan tahta telah menjadi tujuan hidup, segala manusia diukur dari tebalnya isi kantong dan tingginya pangkat nan disandang. Banyak hartanya disanjung-sanjung, tinggi pangkatnya dibuai-buai. Namun apabila sebaliknya nan berlaku, jangan harap akan tampak pada panangan mata. Walau berdiri tepat di hadapan hidungnya, tiada akan tampak olehnya.

Ada nan mudah terpengaruh, ada pula nan tajam mata bathinnya. Ada nan pandai membaca nan tersembunyi, ada pula nan buta mata bathinnya akan perkara nan tersirat. Walau ada pertimbangan nan baik namun terkadang hatinya lebih condong kepada bisik-bisikan nan telah menggema. Ada nan percaya ada pula nan tiada mudah mempercayai.

Terkadang terbenamnya seseorang ke dalam kubangan lumpur selain diakibatkan oleh si dengki juga disebabkan si dungu nan terlalu mudah percaya. Namun apa hendak dikata, hidup bergaul dengan manusia mesti berhadapan dengan segala macam tabi’at nan tak selalu baik.

Kata Tuanku nan mengaji di surau “Bersabarlah engkau tatkala didatangi cobaan, cobaan itu ialah pertanda Allah Ta’ala sayang akan engkau..”

Namun bersabar itu ada batasnya, batas nan dirasakan manusia sudah sampai kiranya namun tiada demikian menurut Sang Pemberi Cobaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s