Tertukar Sepatu, Bertukar Tugas

Picture: Here
Picture: Here

Telah mulai tiba hujan rinai itu, sedari tadi angin kencang meraung-raung di luar sana menerbangkan segala nan dapat diterbangkan. Sambil bercakap-cakap dengan kawannya, St. Rajo Basa mulai menyarungkan kaki ke dalam sepatu. Setelah masuk kesemuanya ada nan janggal “Kenapa lain rasanya sepatu ini, agak kecil rasanya..” katanya setengah berujar. Terkenang olehnya kalau sepatu itu ialah sepatu pembagian dari pemerintah maka segera ia teringat Engku Kepala “Ah, jangan-jangan engku kepala salah membawa sepatu..”

Segera ia berlari-lari mencari engku kepala yang telah lebih dahulu keluar, didapatinya induk semangnya itu sedang tegak-tegak di simpang sambil bercakap-cakap dengan beberapa orang pejabat lainnya. Segera ia dekati “Engku, tak salah membawa sepatukah engku ini?”

Agak terkejut dan dengan tersenyum malu langsung menjawab “Rasanya ia, agak lain terasa kaki ini..” semua engku-engku itu mulai memperhatikan percakapan mereka sambil tergelak.

Dan tatkala mereka menukar sepatu mulailah beberapa orang menertawakan “Ah, St. Rajo Basa ini benar-benar, hendak mencoba pula kiranya..” disambut oleh gelak tawa oleh nan lain.

“Bukan engku, Engku Kepala nan mengambil sepatu awak..” jawabnya sambil tergelak pula

“OO.. engku ini ada-ada saja ya..” seru nan lain menertawakan Engku Kepala.

Rupanya itu suatu pertanda sebab pada keesokan harinya tibalah undangan untuk menghadir suatu pertemuan. Undangan itu sebenarnya untuk para kepala, namun atas usulan pejabat di Jawatan maka St. Rajo Basalah nan dikirim dengan pertimbangan bahwa dialah nan lebih memahami persoalan nan akan dibahas.

Agaknya usulan itu diterima oleh Engku Kepala, maka jadilah St. Rajo Basa nan dikirim keesokan harinya. Tatkala diberitahu akan hal tersebut, St. Rajo Basa terkenang dengan kejadian kemarin “Rupanya inilah maksud kita bertukar sepatu kemarin itu engku..” ujarnya sambil tergelak.

“Haha.. benar agaknya, sudah menjadi Kepala pula engku ini..” jawab Engku Kepala sambil bergurau.

St. Rajo Basa beristigfar dalam hati agar hal ini tiada membuat dia lupa diri, sombong, dan memandang rendah orang lain. Sebab setelah dicari tahunya, hanya para kepala beserta Wakil Jawatanlah nan diundang sedangkan ia hanyalah seorang anak buah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s