Watching Cold War 2

Picture: Here
Picture: Here

Sudah acap kami lewatkan dalam kegiatan mencari-cari filem nan hendak didownload. Beberapa hari nan lalu kami penasaran dan mencoba untuk melihat cuplikannya. Rupanya bagus dan langsung kami download.

Kami coba cari filem pertamanya namun tiada berhasil maka cukuplah dengan filem nan kedua ini saja. Namun setelah ditonton filem ini, menjadi semakin penasaran kami dibuatnya dengan filem nan pertama.

Awal mula kami sangka sama dengan filem laga biasa namun tak demikian rupanya. Laga masih ada namun tak hanya itu nan tersaji dalam filem ini. Filem ini hendak memberitahukan kepada kita perihal tipu daya yang berlaku dalam dunia kekuasaan (politik).

Menarik minat kami tatkala ditampilkan pada salah satu adegan pertemuan rahasia dari orang-orang nan memegang kekuasaan. Dipastikan kerjasama antara mereka serta kerahasiaan pertemuan nan diadakan. Serta dirancanglah langkah-langkah culas untuk menggulingkan kekuasaan beberapa pejabat dan dijadikan sasaran. Kemudian dijelaskan sesiapa saja nan akan tampil menggantikan pejabat nan digulingkan itu.

Sungguh terpana kami, walau sudah dapat mereka-reka bahwa hal semacam itu tampaknya memang berlaku. Namun tak kuasa hati ini membayangkan orang-orang itu tersenyum membagi-bagikan kekuasaan di negeri ini. Anak negeri nan diperkuda sedangkan mereka tetap aman di balik tirai. Serupa benar dengan filem itu agaknya.

Salut kami dengan ketenangan nan diperlihatkan Komisaris Polisi Sean Lau. Memang demikian semestinya pemimpin itu, tetap tenang walau seberat apapun masalah nan sedang berlaku atas diri kita.

Sungguh sangat disayangkan dalam filem ini karena salah seorang tokohnya nan semok mesti mati. Hendak apa dikata, seolah-olah sang sutradara hendak berkata “Tiada tempat bagi asmara di filem awak..”

Picture: Here
Picture: Here

Menarik hati kami tatkala membaca daftar para pemeran nan ditayangkan di akhir filem. Terdapat nama Aarif Lee yang nama depannya serupa dengan nama Islam. Setelah kami bertanya ke Pakcik Google maka didapatlah bahwa nama sebenarnya ialah Aarif Rahman.

Pada salah satu blog kami dapati keterangan bahwa ayahnya ialah campuran Arab-Melayu asal Malaysia menikah dengan perempuan Cina dan lahirlah Si Arif ini. Menurut blog itu lagi bahwa ayah Si Arif ialah Saudagar Layanan Kebersihan yang ternama di Negeri Hongkong.

Belum didapat keterangan perihal agama nan dianutnya. Apakah ia seorang muslim? Entahlah, belum ada keterangan pasti.

Bagi para penyuka teori konspirasi pasti suka dengan filem ini. Selamat menonton..

Watching Cold War 2

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s