Watching Tower Heist

Picture: Here
Picture: Here

Seorang pegawai yang lurus, tekun dalam bekerja, bertanggung jawab, perhatian dan kasih dengan kawan sesama pegawai. Diapun disenangi dan disayangi oleh pegawai lainnya, tiada nan membenci dirinya bahkan tatkala diketahui telah memberikan dana pensiun kawan-kawannya untuk diperdagangkan di bursa saham. Semuanya berprasangka baik ” Maksudnya baik, untuk menambah uang pensiun kita..”

Hal semacam itu hanya ada di cerita dan filem saja engku. Dalam kehidupan sebenarnya, walaupun seelok apapun laku kita, tiada pernah menggaduh orang lain, bekerja dengan baik, dan perhatian dan sayang kepada kawan-kawan, tetap ada orang nan membenci, menggaduh, dan mencari perkara dengan kita.

Kata orang, itulah hukum kehidupan “Sebanyak nan sayang kepada engkau, sebanyak itu pula nan benci..”

Alangkah beruntungnya Josh Marvin Kovacs yang diperankan oleh Ben Stiller. Dia disayangi oleh kawan-kawan sama tempat bekerja dengan dirinya. Demikian pula dirinya sayang pula akan mereka, alangkah beruntung nasib dirinya.

Kemudian terjadilah malapetaka itu, Pialang Saham nan dipercayainya, nan diserahkannya tabungan Dana Pensiun kawan-kawannya untuk dilipat gandakan ketahuan berbuat curang. Ditangkap dan dikenakan tahanan rumah.

Salah seorang kawannya yang merupakan seorang penjaga pintu rupanya bertindak jauh. Pegawai gaek ini menyerahkan seluruh tabungannya untuk dimainkan di dunia saham. Tentunya karena hal ini seluruh uangnya lenyap. Singkat akalnya agaknya, dicobanya membunuh diri namun gagal.

Karena percobaan bunuh diri kawannya ini, Josh menjadi naik pitam, murkalah ia. Diturutnya Tuan Shaw yang nerupakan seorang pedagang saham penipu ini. Ditumpahkannya segala amarah, dirusaknyalah oto[1] Ferari kesayangan Tuan Shaw yang dipajang di ruang tamu.

Akibatnya, dia beserta dua orang kawan dimana salah seorangnya adalah sumando[2] nya dipecat dari tempat dirinya bekerja. Pening kepalanya akhirnya dia memutuskan untuk memberikan keterangan nan diketahuinya kepada FBI. Malang bagi dirinya, rupanya FBI telah mengetahui segala keterangan nan hendak diberikannya itu.

Sebagai gantinya, pimpinan agen FBI yang seorang perempuan cantik itu yang suka akan dirinya menawari minum tuak. Sampai teler si perempuan cantik itu dibuatnya hingga terucaplah dari mulut si agen nan sedang teler itu sebuah keterangan nan tiada diketahuinya, yakni FBI belum mendapatkan uang simpanan Tuan Shaw nan berjumlah 20 juta dolar.

Mendengar hal itu maka terbesitlah keinginan untuk merampok apartemen Tuan Shaw. Josh dan kawan-kawannya faham betul letak denah apartemen Tuan Shaw dan langsung dapat menerka dimana peti penyimpanan itu disembunyikan.

Bersama enam orang kawannya, dia merencanakan perampokan ini. Walau sempat berselisih faham dengan seorang kawan dan sumandonya, akhirnya mereka bahu-membahu melakukan perampokan ini. Demi mengembalikan uang kawan-kawan nan telah dihilangkan oleh Tuan Shaw.

Namun malang bagi mereka, peti penyimpanan uang kosong. Sedangkan uang sebanyak itu telah berganti rupa menjadi Oto Ferari yang rupanya kesemuanya terbuat dari emas. Jadilah mereka memaling oto itu dari apartemen Tuan Shaw yang terletak dilantai 50an.

Memalim0ng oto dari gedung setinggi itu rupanya bukan perkara mudah. Mereka terpaksa menyembunyikan oto itu di dalam kolam renang di lantai pucuk atau di atap. Namun perbuatan perampokan mereka itu dengan cepat diketahui polisi sehingga mereka semua ditangkap. Mereka ditangkap namun tidak dengan oto itu, tiada seorangpun selain mereka tempat penyembunyiannya.

Josh melalui pengacaranya yang merupakan kawan satu tempat bekerja dengan dirinya melakukan penawaran. Diberikan buku catatan Tuan Shaw yang merupakan alat bukti paling mematikan kepada FBI. Sebagai gantinya kawan-kawan Josh yang ditangkap dibebaskan. Sedangkan Josh masih harus dipenjara hanya saja tuduhannya dikurangi yakni “Pencurian Oto”.

Tatkala dibebaskan, kawan-kawannya langsung mengambil oto nan disembunyikan dalam kolam renang itu. Dibongkar kesemuanya dan masing-masing bagian nan terbuat dari emas itu dikirim kepada kawan-kawannya. Betapa senang hati akwan-kawannya tatkala menerima kiriman emas nan berharga itu. Selamatlah pensiun mereka.

Demikianlah pengorbanan seorang laki-laki demi kawan-kawan nan disayanginya. Dicintai oleh kawan-kawannya, tiada seorangpun nan membenci dirinya. Sungguh kagum kami dengan jalan hidup Josh Marvin Kovacs.

_____________________
Catatan Kaki:
[1] Mobil
[2] Ipar

Watching Tower Heist

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s