Teguran nan Tak Terasa

Picture Source: Here

Angin ribut tampaknya berlaku sehari-semalam beberapa hari nan lalu, esok harinya barulah kami tahu dampak dari kegalauan Alam itu. Banyak pohon rebah (tumbang), banjir, galodo (tanah longsor) memutuskan beberapa jalan bahkan ada nan menimbun satu keluarga di daerah Solok. Innalillahi..

Memang demikianlah kalau Alam sudah memperlihatkan kegelisahannya, mungkin tak hanya gelisah sudah marah ia melihat kelakuan manusia ini. Di jalanan bandar kami tampak banyak daun-daun yang berserakan. Mungkin karena diterbangkan angin atau bisa jadi karena dahan-dahannya dikudung (dipotong) demi menjaga keselamatan orang-orang nan berlalu-lalang di bawahnya.

Sungguh dingin nan semakin dingin, nikmatnya bergelung dengan selimut di atas tempat tidur, itu dahulu. Kini, mesti masuk kerja walau serupa apapun badai nan sedang menanti.

Agaknya kemarahan Alam tiada dimengerti oleh sekalian anak Adam di negeri ini. Pagi ini kami dapati lima orang perempuan bohai, temok, dan semok melintas di tengah jalan kawasan kantor kami. Rambut mereka panjang, ada nan tergerai dan ada pula nan diikat ekor kuda, baju mereka ketat dari atas sampai ke bawah, memakai sepatu hak tinggi, dan dengan roman nan aduhai mak jang..

Entah apa yang mereka jual namun terkaan kami ialah mereka ialah Para Penjual (sales) rokok. Memang banyak berkeliaran sales-sales di bandar kami, terutama nan acap tampak ialah para sales rokok. “Kenapa?” tanya engku kepada kami.

Karena hampir sebagian besar sales rokok nan kami dapati ialah perempuan bohai, semok, dan temok dengan wajah berbedak tebal dan bergincu serta memakai minyak harum dan membuat kami bertanya “Apa gerangan merek minyak harum si encik ini? Ingin rasanya awak menikmati baunya tiap hari..”. Terkadang ada beberapa sales rokok ini berpakaian yang agak lebih seronok, rok mini sempit dan ketat demikian baju nan juga ketat serta menampakkan bahunya nan putih mulus itu serta sedikit dada bagian atas.

Sungguh teraniaya kami ini,.

Picture Source: Here

Terkadang kami heran, di negeri nan menjunjung tinggi falsafah Adat Basandi Syara’ – Syara’ Basandi Kitabullah perkara serupa ini berlaku dan dibiarkan saja. Tiada nan menyapa (menegur) dan tiada pula nan menegah (melarang). Apakah semua orang nan  bertanggung jawab dalam membuat kebijakan menikmati pemandangan dari neraka serupa ini? Na’uzubillah..

Dan hari ini, di hari nan mendung, dingin, serta berangin serupa ini para perempuan-perempuan bohai, semok, dan temok ini berkeliaran di jalan-jalan di bandar kami. Pertanyaan pertama nan terbesit di benak kami ialah “Tak kedinginankah encik-encik ini?” atau mungkin tubuh mereka telah dipanaskan, dipanaskan oleh api neraka.

Di hari ini, dimana sedari kemarin hingga pagi ini masih berlaku berbagai musibah nan datang menerjang beberapa negeri di Alam Minangkabau ini, dimana angin nan tiada kenal kata penat itu masih jua datang sekencang-kencang, bahkan dengan membawa hujan lebat pula. Di hari ini, tiada nan mengambil hikmah atas teguran nan telah diberikan oleh Allah Ta’ala kepada umatnya di negeri ini. Di hari ini, kemaksiatan itu masih terus berjalan hingga kini..

Malangnya, kami ikut menikmati pemandangan dari nereka itu. Astagfirullah..

Advertisements

2 thoughts on “Teguran nan Tak Terasa

  1. Haha. Nice post bang. Saya suka bacanya, terutama bagian alasan mereka tidak kedinginan. Kalau melihat marketing rokok emang bikin geleng2. Padahal msh ada cara lain yang saya yakin lebih efektif dan efisien. Kayak nggak ada cara lain aja selain menjual ‘itu’ dan menyerang titik lemah kaum lelaki

    Liked by 1 person

    1. Iya engku, terkadang kami heran dengan Aktivis Perempuan itu, mereka berteriak2 menuntut persamaan hak namun mereka diam melihat perempuan dieksploitasi di berbagai bidang. Atas nama Seni, atas nama Profesionalisme, atas nama Totalitas. Manakah mungkin perempuan-perempuan serupa ini dapat kita hormati, karena tatkala memandang mereka bukan hormat nan terasa melainkan syahwat dan merajalela.. duhai mak jang…,

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s