Masa-masa Pergantian Musim

Apabila membaca roman yang berlatarkan tempat kejadian di negeri Barat maka akan acap tersua kalimat serupa ini “Hari itu salju pertama turun menandai dimulainya musim dingin di bandar kami, udara dingin menusuk kulit membuat segala persendian serupa hendak kaku..”

Kalimat serupa itulah nan terkenang oleh kami semenjak beberapa hari nan lalu, padahal kami sudah tiada mengingat lagi entah di buku roman nan mana kami baca kalimat tersebut. Semenjak sepekan nan silam awan gelap lebih acap menyapa hari ditingkahi dengan angin kencang yang membuat udara yang telah dingin itu bertambah dingin saja. Hujan sesekali turun, lebat ataupun rinai mereka datang. Namun semenjak beberapa hari ini hujan semakin acap saja datang menyambangi negeri kami, tak peduli siang ataupun malam, tak gentar ia.

Hari ini mendung sedari pagi, dingin membalut hari, dan sudah beberapa hari ini pula kami selalu membawa jaket tebal tatkala hendak berangkat ke kantor. Setiap hendak ke kantor selalu disergap hujan rinai di tengah perjalanan. Hari ini hujan rinai kembali menyergap, jaket kami nan tebal itu – nan disangka takkan tembus oleh hujan – akhirnya lembab sampai ke dalam. Diperparah kami yang salah menggenakan seragam, hari ini ialah hari Rabu, pakaiannya ialah seragam anak magang, putih hitam. Mana berani kami balik pulang untuk mengganti baju, hendak basah kuyup pulang pergi?

Sudah memasuki musim hujankah kiranya? Kami dengar kata orang, musim hujan berlangsung semenjak bulan September hingga Maret sedangkan musim kemarau berlangsung semenjak bulan April hingga September sedangkan sekarang hari ke-24 di bulan Agustus. Sudah tak sabar rupanya musim hujan menghampiri, cepat-cepat ia datang, begitu rindukah ia hendak bersua? Duhai romantisnya..

Angin kencang menderu-deru di luar kantor, beberapa orang kawan kantor cemas kalau sampai angin kencang itu menumbangkan batang kayu. Syukur-syukur sekadar rebah saja, kalau seandainya ada orang nan sedang lalu atau sedang berteduh di bawahnya tatkala batang kayu besar itu rebah? Tentulah akan malang nasibnya. Sudah acap kami dengar orang mati tertimpa batang kayu nan tumbang itu. Namun sampai petang tatkala angin itu masih mengamuk di luar sana tiada terdengar ada sesuatu apapun berlaku. Syukurlah..

Beberapa malam ini hujan ringan dan angin kencang kerap datang. Atap rumah serasa hendak diterbangkan, pohon-pohon serasa hendak dibaringkan saja oleh angin kencang itu. Suara hujan yang tertiup angin meningkahi suasana dimalam nan kelam itu. Dingin, sebenar dingin, mudah-mudahan tiada terjadi pemadaman listrik.

Kata orang apabila hari hujan maka air yang disalurkan oleh Perusahaan Penyaluran Air akan tergaduh. Dan memang terbukti karena pagi-pagi di kantor kami air menjadi langka di kamar mandi. Bak air kosong, dan kloset mengeluarkan bau menyengat dengan warna air di dalamnya yang sudah serupa warna teh. Ya, tiada yang menyiram kencingnya tatkala membuang limbah disana. Syukurlah kami tinggal di kampung, tiada mengandalkan air pembagian, air tersedia di sumur dekat rumah. Semakin hujan maka akan semakin naik air sumur itu, bersih dan jernih.

Kami pernah tinggal disuatu bandar yang menggantungkan kebutuhan pada air pembagian. Tatkala hujan lebat maka air yang keluar akan keruh serupa bercampur dengan tanah. Beberapa saat kemudian akan berubah menjadi jernih namun berbaukan kaporit. Sungguh bersyukur kami ini nan tinggal di kampung, masih merdeka, masih bersih dan sehat air nan kami dapati.

Selamat datang musim hujan, dimasa-masa pergantian musim ini biasanya banyak nan sakit. Cemas kami memikirkan dia yang ada di bandar nan jauh disana. Adakah ia sehat? tiada sakitkah ia? sanggupkah tubuh kecilnya itu bertahan menghadapi perubahan musim nan rawan ini. Hanya kepada Allah Ta’ala lah dia kami titipkan, semoga ia terjaga, sehat, dan selamat selalu. Amin..

Bagaimanakah di tempat engku, rangkayo, serta encik sekalian? Sedang musim apakah disana?

Jangan-jangan masih musim kawin.. 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Masa-masa Pergantian Musim

  1. Berhati-hati jangan sampai pak guru tahu bahwa pekerjaan itu hasil meniru. Tapi ah tiada seberapa ujian seperti itu, engku. Seperti macam hidup tak banyak ujian saja. Tatkala harga rokok melompat esok dan BBM jenis Premium langka awak tak bisa meduga nanti tambah macam mana situasinya.

    Like

    1. Tenang engku muda, Engku Guru tiada tahu. Kalaupun tahu ia tak dapat mengubah nilai lagi. Ah engku ini, ujian hidup memang menjadi kawan perjalanan kita agaknya. Adapun perihal Musim Harga Naik janganlah engku sebut-sebut, kemana uang akan awak cari ini..? (-_-)

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s