Engku Ketua

“Ada satu hal nan terlupakan oleh kami memberi tahu engku..” seru St. Malenggang tatkala selesai mengisahkan perjalanannya itu. Suatu perjalanan nan membuat kami bingik[1] karena kami ini serupa Katak Di Bawah Tempurung saja, tiada dapat kemana-mana menghuni kandang terus kerjaan kami. Bilakah kesempatan itu akan singgah dan membawa kami bertualang melihat berbagai negeri dengan adat resamnya yang berlainan dengan negeri kami ini?

“Apakah itu engku..?” tanya kami acuh.

Melihat kami acuh saja, kawan kami inipun tersenyum “Ah, jangan begitulah kawan. Insya Allah sauatu masa kelak engkau akan mendapat kesempatan yang jauh lebih hebat dari kami..” ujarnya merayu kami. Kami diam saja tak menanggapi, pura-pura melihat hape seolah-olah ada pesan masuk padahal tak ada.

“Jadi begini engku, di tempat kami mendapatkan pelatihan diangkatlah seorang Ketua karena walau bagaimanapun gerombolan serigala itu mesti ada pemimpinnya..” kisah kawan kami. Tergelak kami dalam hati mendengar ia menamai Gerombolan Serigala.

“Ketua kami itu berkantor di Bandar Serang sedangkan ia ialah orang Lahat, masih Melayu ia..” kisahnya tanpa diminta “Beristrikan orang Jawa Tengah, berkulit kuning dan rambutnya sudah hampir putih seutuhnya padahal kalau kami taksir usianya belumlah lewat dari umur empat puluh tahun. Tiada kerut di wajahnya, itulah salah satu tandanya kalau ia belumlah berumur tua.”

“Menarik minat kami tatkala mendengar ia bercakap, suaranya khas, dan logatnya sangat kental logat Sumatera. Menyenangkan sekali mendengar ia bercakap, jati diri sebagai orang Sumatera tiada dapat ia hilangkan..”

“Tahukah engku apa tugas ketua itu?” tanyanya tiba-tiba kepada kami. Kamipun menggeleng acuh, kesal karena hanya dapat cerita saja serta disuruh-suruh membayangkan serupa apa perjalanan nan terdengar menyenangkan itu.

“Ketua itu namanya saja yang bagus, kecuali menjadi ketua pada suatu lembaga, mendapat gaji, honor, tunjangan, serta fasilitas. Sedangkan ini, tugas sebenarnya ialah menjadi pesuruh bagi kedua belah pihak. Apakah itu pesuruh bagi panitia maupun oleh peserta. Jika ada apa-apa maka panitia akan memanggil Ketua untuk menyampaikannya kepada anggotanya. Kalau ada hal-hal  nan mesti ditanyakan kepada panitia maka Ketualah nan disuruh pergi menanyakan.”

“Nan membuat kami iba ialah pada hari terakhir Sang Ketua mesti membangunkan seluruh anggota sebelum pukul empat perak siang. Sebab kalau lewat pukul empat tersebut, sesiapa saja nan tak siap akan ditinggal pergi menengok Matahari Terbit. Maka sang ketua – menurut pengakuannya – sudah bangun pada pukul setengah tiga pagi dan mulai bergerilya dari lantai ke lantai mengetuk-ngetuk pintu bilik untuk membangunkan anggotanya..”

“Sang Ketua tersenyum saja, demikian pula dengan kami. Dalam hati kami do’akan semoga segala amal dari Ketua ini mendapat pahala oleh Allah Ta’ala. Hanya itu nan dapat kami tolong, memberi gaji awak tiada dapat, datang kesana saja masih terpakai uang awak..” kisah St. Malenggang.

“Jadi kesimpulan cerita engku itu bahwa Ketua itu sebenarnya Babu?” tanya kami tanpa basa-basi.

“Demikianlah engku,..” jawab kawan kami itu.

“Baguslah..” jawab kami “tolong engku bayarkan teh satu gelas, goreng pisang dengan ketan dua, bakwan dua, tahu satu, risoles tiga, serta rokok sebungkus..” perintah kami.

“Hah..” terkejutlah kawan kami ini, matanya dibelalakkan dan mulutnya agak ternganga. Kalaulah kala itu ada koncek[2] tentlah telah melompat masuk ke dalam mulutnya itu.

“Engku kan Ketua Pengurus Masjid dan awak ini anggota engku..” jawab kami “Lupakah engku? kan baru sepekan ini dilantik kita..”

__________________________

[1] Iri

[2] Kodok

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s