Hukum Dunia Kini

Picture: Here

Terkenang dengan sebuah filem yang mengisahkan penyelidikan yang dilakukan seorang wartawan pada salah satu koran di Amerika. Dipermulaan filem dia diceritakan telah berhasil menemukan seorang gadis yang hilang yang polisipun tak dapat menemukannya. Makanya ia mendapat pujian sekaligus mengangkat nama tempat dia bekerja. Kemudian dia diminta untuk hadir pada satu pesta kantor pada suatu malam, awalnya dia merasa enggan karena sang isteri tiada hendak ikut. Namun sang isteri “memaksanya” untuk tetap pergi. Maka pergilah dia.

Di pesta tersebut ia bertemu dengan perempuan cantik, molek, dan bohai yang kelak menjadi teman dekat sekaligus cinta keduanya. Namun bukan itu nan hendak kami bicarakan, mari kita kesampingkan perempuan cantik dengan gaun warna putih, rambut pendek di atas kuduk, bentuk tubuh molek, dan menawan itu.

Disaat sedang asyik bercakap-cakap dengan si molek nan aduhai itu ia dipanggil oleh salah soerang pembantu Induk Semang besarnya, disuruh “menyapa” sang Tuan Besar. Dia menurut dan tatkala sampai di hadapan Tuan Besar dia diperkenalkan dengan menyebutkan jasanya nan saat ini menjadi perbincangan hangat yakni menemukan gadis yang hilang itu. Sang Tuan Besar terlihat acuh, asyik bermain dengan makanannya dan si wartawanpun terkejut, sedih air mukanya. Kemudian Pembantu Tuan Besar mengarahkannya untuk pergi berlalu dari hadapan sang Induk Semang Gedangnya itu.

Demikianlah, cuplikan pristiwa dalam adegan sebuah filem tersebut tentulah banyak kita dapati dalam keseharian, terutama bagi engku-engku yang bekerja pada satu organisasi besar apakah itu perusahaan ataupun institusi pemerintahan. Lain perkara bagi para saudagar dimana mereka menjadi bos bagi diri mereka sendiri, itulah hikmahnya bagi mereka.

Salah sendiri kenapa jadi anak buah, berhenti engkau jadi pegawai..

Sabar, sabar, dan sabar itulah nan diucapkan berulang-ulang dalam hati. Sekarang roda sedang di bawah, awak dizhalimi disana-sini. Kata Engku Guru, do’a orang teraniaya itu cepat dikabulkan oleh Allah Ta’ala.

Sangat berat bagi orang perasa apabila terjerumus dalam perkara nan satu ini. Jiwanya nan halus tiada sanggup menerima, menahan, dan menanggung segala kepedihan itu. Bisa gila ia dibuatnya, namun kata Engku Guru lagi “Allah takkan menguji seseorang melampaui batas kemampuannya..”

Kesimpulan Sidi Palindih kawan kami “Berarti orang-orang nan mendapat ujian berat itu ialah orang-orang hebat..”

Entahlah, namun setahu kami tatkala sedang di bawah sangat payah untuk bersabar. Kemalangan dan kesusahan itu ibarat hantu yang selalu mengelilingi kita sehingga hati ini menjadi risau, gundah, dan gulana. Mudah menyuruh orang untuk bersabar namun tatkala awak sendiri nan merasai maka akan payahlah untuk mengamalkan segala petuah dan ajaran nan kita berikan kepada orang itu.

Itulah hukum dunia masa kini, yang dibawah akan selalu dihimpit, yang ditanah akan selalu diinjak, yang lemah akan selalu kena tindas, dan yang berkuasa akan selalu benar.

Advertisements

3 thoughts on “Hukum Dunia Kini

  1. Film yang inspirasional, film apa itu, engku muda, sepertinya awak harus menontonnya siapa tahu bisa memetik cerita, khususnya gadis molek nan semlohai yang dibicarakan engku muda.

    Like

  2. Kami lupa judul filemnya engku-engku, kalau tiada salah nan menjadi wartawan ialah aktor Adrian Brody. Aha, terkena perempuan cantik nan bohai dan molek itukah engku-engku ini? 🙂

    Kalau kami tiada salah perempuan molek nan bohai itu berkebangsaan Australia namun memiliki nama rusia..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s