Tergesa-gesa

Terlalu Tepat Waktu

“Ini dari travel..” ucap suara di seberang dengan nada suara datar dan angkuh. Padahal St. Malenggang telah menjawab seramah mungkin. Kawan kami itu disuruh bersiap-siap pukul lima subuh, terkejut ia sebab pesawat nan ia tumpangi terbangnya pukul 10 pagi. Tapi diterimanya juga dengan hati heran bercampur dongkol.

Benar saja, belum adzan orang sudah menelpon ia. Firasat kawan kami mengatakan berhubung rumahnya nan terjauh maka ialah nan dahulu dijemput. Benar, selama kurang lebih satu jam ia dibawa berjalan-jalan keliling Agam Timur. Dibesar-besarkannya hatinya itu, dicobanya melihat dari sisi lain. Setidaknya ia berkesempatan berpesiar di pagi hari, telah lama berkeinginan namun belum sempat tertunaikan.

Benar saja dugaannya, setengah delapan pagi telah sampai ia di bandara. Geram sangat ia, apalagi tatkala melihat salah seorang penumpang muntah tatkala baru turun dari atas travel. Betapakan tidak, laju sangat, pukul enam lewat lima ia baru lepas dari bandar kami, semestinya lama perjalanan ialah dua jam kurang lebih. Penumpang itu ialah seorang perempuan nan memangku anaknya nan masih delapan bulan selama dalam perjalanan. Untung ada suaminya, kalau  tidak, betapa payah dirinya itu.

Besar dugaannya kalau si sopir sengaja berangkat cepat karena hendak mengambil giliran dalam mengangkut penumpang yang tiba di bandara nanti. Apabila lambat ia tiba tentulah nan sebelum dia nan akan mendapat giliran. Demikianlah sangkaan kawan kami itu. Si sopir ini dikenalinya, karena pernah ia menumpang bersama kawannya tatkala kembali dari bandara beberapa pekan nan silam. Suka laju dalam berkendara, tiada hendak memedulikan pengguna jalan lainnya serta tiada elok tabi’atya.

Utung tiada penundaan jadwal terbang pesawat nan hendak ditumpanginya. Kalau ia, maka bertambah lamalah ia terkurung di bandara. Bersyukur ia karena akan masak ia di bandara kalau sempat terjadi penundaan.

Bandar nan tempat ditujunya ialah sebuah bandar yang terkenal sebagai ibu negara kedua dan juga tempat Bung Hatta mendirikan sebuah perguruan tinggi nan sangat terkenal namanya hingga kini. Pukul tiga petang, berarti lima jam lamanya ia berada di dalam perjalanan. – at Yogyakarta

View on Path

Advertisements

2 thoughts on “Tergesa-gesa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s