Piscok

Piscok

Selepas dari Kedai Serba Ada di dekat penginapan, kami berniat membeli semacam gorengan. Tadi tatkala hendak berangkat ke kedai, tampak oleh kami orang menjual semacam risoles. Maka dari itu kami datangi engku penjual dengan mantap kami memesan lima buah risoles “Engku, hanya empat nan ada. Bagaimana kalau digoreng dahulu..” kata si engku penjual

“Baiklah engku, kami nanti..” jawab kami.

Sambil menanti si engku selesai menggoreng, entah kenapa terbesit keinginan untuk bertanya “Apa gerangan namanya ini engku..”

“Piscok engku,.” jawab si engku penjual

Heran kami “Piscok..?” kebetulan ketika itu si engku sedang bersiap-siap hendak membuat nan baru. Nampaklah oleh kami ia mengembangkan pembungkus yang sepertinya terbuat dari tepung dan meletakkan pisang  nan telah diiris di atasnya selepas itu diberinyalah coklat cair di atas pisang tersebut “O.. Pisang Coklat..” seru kami.

Halah, hendak makan risoles justeru pisang nan terbeli, tapi tiada mengapa, hendak mencoba pula, serupa apa pula rasanya. Menurut kami rasanya sama dengan nan pernah kami coba sebelumnya, banyak makanan baru yang bermunculan dengan beragam nama namun masih itu jua makanannya. Tapi, nikmat engku terobati jua agaka sedikit lambung kami ini.

Apabila suatu masa engku datang ke bandar ini, elok untuk dicoba atau di Bandar Bandungpun ada pula.

Gambar Lebih Lanjut: https://justwrite-athing.tumblr.com/

_____________________

Catatan Kaki:

Advertisements

2 thoughts on “Piscok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s