Kesumat Hati

Picture: Here

Telah lama kita tak bersua, apa kabar buyuang
Buruknya engkau,
Engkau tersenyum, serupa dengan garis nan terdapat di wajah Aki Anduang[1]
Kening itu, serupa benar dengan kepunyaan Uci Anduang[2]

Tak tahan ayah, sungguh tiada tahan
Tiada tegak kepala engkau ayah pangku dahulu
Tiada lurus badan engkau apabila ayah dudukan
Tiada terdengar suara nyinyir engkau itu dahulu buyuang

Kini,
Pada setiap gambar nan ayah terima
Senyum dan gelak selalu menghiasi wajah engkau itu
Hanya terkadang muram atau merenggut engkau

Serupa apa engkau kini buyuang?
Adakah pandai menyebut “Ayah”?
Atau kata lain nan engkau sebut dahulu

Tiada mengapa, tiada mengapa buyuang
Sesuka engkau saja, Allahlah nan menunjukkan engkau
Do’a Ayah, walau kita berjauhan, hati kita di dekatkan

Semoga Malaikat Allah menyampaikan pekikan hati Ayah kepada engkau, Amin..

Picture: Here

__________________________________________

Catatan Kaki:

[1] Kakek

[2] Nenek

Advertisements

2 thoughts on “Kesumat Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s