Terkenang engkau

Dua Sejoli

Di negeri kami terdepat dua buah gunung yang oleh pujangga Minang masa dahulu digelari sebagai Dua Sejoli yang sedang bergandengan tangan. Memang demikianlah kedua gunung ini, sedari dahulu selalu setia memandangi kami orang Luhak Agam ini. Akibatnya karena semenjak kanak-kanak sudah terbiasa mata ini tertumbuk pada gunung dan Bukit Barisan maka tatkala pergi ke negeri orang kami selalu merasa ada nan janggal pada pandangan mata.

Namun tidak demikian kali ini, pertama tiba tiada kami menyadari karena sedang mendung, berangin, dan kemudian hujan. Pada esok harinya barulah kami dapati pemandangan itu. Tepat di hadapan bilik nan kami tumpangi berdiri tegak sebuah gunung di kejauhan sana. Kami penasaran, ada gunung agak sebuah lagi? Rupanya ada yakni di sebelah kirinya, tiada terlihat dari bilik kami mesti mencigap pula kami dahulu di jendela itu.

Perbedaannya ialah kedua gunung ini tiada begitu mesra, tak semesra Marapi dan Singgalang. Agak berjauhan mereka sedikit, mungkin sedang merajuk salah satu dari mereka. Entahlah, memangnya gunung dapat pula merajuk?

Ditambah suhu nan tiada jauh berbeda dengan bandar kami, semakin membuat kami terkenang dengan kampung halaman.

Kami tiada tahu nama kedua gunung itu, tatkala kami tengok peta kepunyaan Pakcik Google, kami dapati nama Salak dan Gede.

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s