Mengobat Duka

The Lobby

Banyak cara orang untuk mengobati hati nan luka dan jiwa yang sedang berduka. Kawan kami nan seorang seniman suka memainkan saluang nan dimilikinya dalam mengusir sesak di dada “Tenang rasanya bathin ini tatkala awak mainkan seruling buruk ini..” ujarnya pada suatu ketika.

Ada nan suka makan, semakin sakit hatinya semakin banyak makannya, sugguh takjub kami dengan orang serupa ini. Orang biasanya kalau sedang gundah tiada termakan sesuap nasipun, namun ini sungguh berlainan adatnya. Semakin batambuah[1] ia makan.

Ada pula nan gemar marah-marah dan ini yang paling banyak kami dapati. Selain itu ada nan suka menonton filem, berbelanja (biasanya Kaum Perempuan), duduk-duduk di lepau sambil bergunjing, dan lain sebagainya.

Kalau kami untuk melepaskan gundah lebih memilih untuk pergi berpesiar melihat negeri orang. Biasanya ialah masih disekitar bandar tempat kami, masuk kampung – keluar kampung. Ada juga menonton filem kami lakoni untuk mengusir gulana itu, biasanya apabila daftar filem yang belum ditonton telah banyak.

Demikianlah nan kami lakoni, untuk kesempatan kali ini tersua ia kata pepatah “Pucuk dicinta, ulampun tiba” telah beratus-ratus kilometer kami jauhnya dari bandar kami. Menziarahi salah satu bandar di Pulau Jawa Bagian Barat yang sama sekali belum pernah kami datangi. Ditambah dengan perjalanan nan pada waktu biasa akan membuat kami kesal namun pada kesempatan kali ini membuat kami bertambah semangat.

Berpindah-pindah tempat menginap dimana sesuatu nan mustahil kami lakoni kini kami jalani. Mengunjungi sebuah Perak Gedang[2] yang selama ini kami dengar namanya, kami dapati fotonya saja, serta kami baca keadaannya melalui salah satu roman karangan pujangga dari Tanah Minang.

Kini, kami sedang berada di sebuah bandar yang digelari Kota Hujan, bandar yang memiliki gelar nan serupa juga terdapat di negeri kami yakni Bandar Padang Panjang. Benar saja, pada petang hari di hari pertama kami di bandar ini telah hujan dan berangin, bahkan pada malam hari bertambah kencang angin itu. Udaranya sejuk, serupa benar dengan bandar kami nan terkenal sejuk pula.

Ada nan membuat kami terkenang akan bandar kami disini, selain memiliki suhu yang sama-sama sejuk, bandar ini juga diawasi oleh dua buah gunung yang sedang bergandengan tangan. Serupa benar dengan Gunung Marapi dan Singgalang di Tana Minang. Bedanya, kalau kedua gunung di negeri kami teramat mesra karena mereka saling berdekatan. Dua gunung yang kami tiada tahu namanya ini agak berjarak, agak malu-malu nereka dipandangi oleh manusia yang banyak jumlahnya itu.

Penginapan tempat kami bermalam sekaligus tempat mengadakan kegiatan terletak di jalan arah ke “Puncak”. Demikian orang mengenalnya. Penasaran kami akan tempat nan sangat bertuah bagi orang Jayakarta itu. Tapi agaknya tiada mungkin kami ke sana. Pada lobi penginapan kami itu terdapat sebuah kursi bak kursi raja di atas sebuah karpet. Di sebelahnya digantung berbagai macan lampu hias khas Timur Tengah. Sungguh suasananya serupa di rumah bangsawan Timur Tengah saja. Namun sesungguhnya bukan, tatkala kami melihat sebuah tempat lilin yang berada di sampingnya. Kalau tiada diperhatikan betul takkan terasa sebab disamarkan.

______________________
Catatan Kaki:
[1] Bertambah
[2] Kebun Besar

View on Path

Advertisements

2 thoughts on “Mengobat Duka

  1. Bang Sutan memang melewati pemukiman dan pertokoan etnis Arab tuh.. Ke mana mata memandang pasti ada orang Arab…
    Sudah ngerasain macet luar biasa Bogor bang? hehe
    Selain Kota Hujan , saya juga menjuluki Bogor sebagai Kota Lautan Angkot 🙂

    Like

    1. O, patutlah. Tadi malam kami pergi ke Botani Square dan banyak orang Arab kami dapati disana.

      Alhamdulillah sudah merasakan macet kami engku, dan tiada hendak lagi kami mengalaminya.

      Ya benar engku, banyak angkot disini. Tiada ber-AC pula angkotnya. Walaupun sejuk, kalau panas berdengkang ini, agak berair juga kita di dalam angkot itu engku..

      *_^

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s