Kesumat Seorang Anak

Picture: Here

Kita adalah pengikut Tuhan/ Siapa yang bisa melawan kita?/ Berjemur di bawah ribuan sinar harapan/ Dengan tekad yang kuat/ Dengan langkah berani/ Untuk menulis takdir kita.

Itu merupakan kutipan dari falsafah dari tokoh utama yang bernama Ikbal Harun Khan dalam filem yang berjudul DOOM3. Falsafah itu ditanamkan dengan kuat ke dalam hati kedua anak kembarnya Sahir dan Samar Khan. Mereka ialah keluarga pesulap yang menetap di Amerika dan sang ayah memutuskan untuk bunuh diri karena dikhianati Sang Bangkir yang menghancurkan bisnisnya. Kemudian Sahir dan Samar tumbuh dengan dendam di dada terhadap sang bangkir. Dengan itulah mereka hidup, balas dendam.

Ya, seorang lelaki tua yang egois yang hanya mementingkan kepentingan diri dan bank yang dimilikinya. Karena keangkuhan dan kecongkakannya ia menghancurkan hidup seorang lelaki dan kemudian memisahkan mereka anak-beranak. Syukur si anak masih dapat mengingat kenapa dan bagaimana ayahnya mati. Bagaimana kalau tidak? Akankah sang anak akan membalaskan kematian ayahnya itu? Bagaimana apabila umur kedua anak kembar itu baru empat bulan misalnya, atau sebelas bulan? atau pada umur yang belum masih dapat mengingat? Akankah Sang Anak akan membalaskan penderitaan ayahnya kepada Si Lelaki Tua Jahanam itu kelak apabila telah dewasa?

Kami bukanlah kritikus filem, walau banyak nan hendak kami kritisi pada filem ini. Kami hanya akan menyoroti satu hal dalam filem ini yakni;

Peran para bankir dalam kehidupan kapitalis. Kami pernah mendapat sebuah tulisan yang memaparkan bagaimana bank ialah asal-muasal dan sekaligus menjadi sumber kekuatan dan kelemahan para Kapitalis. Dengan cara membujuk dan merayu orang agar hendak menaruhkan (menabung) uangnya di bank maka hal tersebut telah sangat menguntungkan bagi bank. Dengan bank itulah mereka memberikan kredit kepada para pengusaha atau memodali sendiri perniagaan mereka. Dan keadaan nan serupa itulah nan berlaku di republik ini semenjak dahulu dan bertambah ganas pada masa sekarang.

Dan untuk melawan para kapitalis membutuhkan kekuatan akal dan teknologi. Kita mesti menguasai teknologi dan memiliki barang-barang mewah, terbaru, dan tercanggih untuk melakukan perlawanan. Serupa agaknya dengan Sosok Manusia Kelelawan yang menegakkan keadilan di luar hukum.

Terbayang kami, betapa sabarnya si kembar ini dalam merencanakan untuk membalas kematian ayah mereka. Mereka telah menetapkan tujuan, telah membidik lawan, dan mesti dihancurkan sampai habis. Tiada peduli apa kata orang nan penting piutang mesti ditagih, hutang mesti dibayar walaupun kepada kepada Tua Bangka Jahanam Bau Tanah sekalipun.

Sungguh beruntung Ikbal Harun Khan yang memiliki anak-anak bujang yang sangat cinta akan dirinya dan berketetapan untuk membalas segala penderitaannya. Andai saja, oh andai saja engku..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s