Embun Jantan

The Male Dew, that is people from Rengat in Riau Called this thick dew. Well, this is 30th day of Ramadhan in 1437 H. Tomorrow we celebrate the Eid in 1 Syawal.

___________________________________

Hari ini ialah hari perpisahan, setelah sebulan bersama kini kita mesti berpisah. Insya Allah tahun depan kita ulangi lagi. Kata orang ada pertemuan maka ada pula perpisahan. Memang demikianlah hukum alam, tiada yang dapat membantah.

Pagi ini kami bersua dengan salah seorang engku di hadapan rumah bunda. Si Engku ialah salah seorang kamanakan almarhum inyiak aki[1] kami. Telah lama jua kami tak bersua, kalau adapun hanya sebatas berselisih di jalan saja. Kini kami bercakap-cakap melepas teregak.

Menarik hati kami tatkala si engku berujar “Kalau orang Rengat cakap, ini ialah Embun Jantan..” ujar si engku. Rengat ialah dalah satu kawasan di Riau Daratan.

Kamipun heran dan bertanya “Kenapa demikian engku?”

“Karena embunnya tajam serupa hujan, sebentar saja berjalan, telinga dan alis serta bulu mata telah basah..” Jawab si engku.

Kami hanya terdiam dan tersenyum. Sebuah istilah baru, baru saja didapat. Namun kebenarannya tiada kami ketahui. Bak kata para Tukang Kaba di Minangkabau: Kabar orang kami sampaikan, dusta orang kami tiada ikut.

Selamat jalan, sedih rasanya. Kenangan dengan engkau sebulan ini tiada akan daku lupakan. Patut disyukuri bahwa setiap tahun kita memiliki kenangan yang berbeda. Selalu membekas di sanubari.

Semoga cinta kita kekal abadi hendaknya,..

______________________
[1] Kakek

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s