Tabek Lurah

Tabek Lurah [] Picture: Here

Not far from the border between Bukit Tinggi City and Agam Regency – in Agam Regency exactly – there are a small lake but the people there just call that lake as a pond. That is to large as a pond, and just like if you know it as a Lake. Please come, this lace located at Pandan Gadang, Gadut Village in Agam Regency or just few meters from beroders of Bukit Tinggi City.

_________________________________

Tabek[1] Lurah namanya, terletak di Jorong Pandam Gadang Ranggo Malai Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Letaknya berada beberapa meter dari labuh besar, elok engku masuk di jalan yang berada di dekat SPBU Gadut apabila hendak ke sana. Suasana disana masih suasa pedesaan, sungguh permai.

Danau Kecil ini dikenal dengan nama Tabek Lurah oleh masyarakat setempat atau mendapat julukan keren sebagai “Danau di Bawah”. Adapun Danau di Ateh ialah Tabek Apa yang terletak di sisi jalan lintas Bukittinggi-Medan. Tidak seluas Tabek Lurah namun cukup luas untuk ukuran sebuah tabek.  Sehari-hari digunakan oleh masyarakat setempat sebagai tempat mencuci. Disaat kami kesana bersama seorang kawan, seorang rangkayo sedang membasuh sipadeh (jahe) bersama seorang cucu lelakinya. Terdapat dua buah surau di dua sisinya yang bersebarangan.

Tatkala sedang mengambil ngambar di atas sebuah bukit kami bersua dengan salah seorang rangkayo yang sedang menyabit rumput untuk makanan ternak beliau. Diusia yang ke-63 ini beliau masih terlihat kuat dan bertenaga apalagi di bulan puasa ini, rangkayo ini bernama Rangkayo Yus. Kami bercakap-cakap dengan beliau dan dari beliaulah kami mengetahui kalau dahulunya menurut cerita dari orang tua-tua tabek ini ialah kubangan kerbau atau tempat kerbau digembalakan.

  Picture: Here

Berawal dari kubangan kerbau inilah kemudian menjadi sebuah tabek besar yang disebabkan oleh hujan deras yang cukup lebat sehingga menggenangi kubangan kerbau tersebut sehingga menjadi sebuah kolam. Melihat hal yang demikian maka sekalian orang kampung bergotong royonglah hendak mencari aka agar tempat kubangan kerbau ini dapat dikembalikan seperti sedia kala. Namun ditengah-tengah pengerjaan mereka bersua dengan mata air yang memancar keluar dari dalam tanah. Maka diputuskanlah untuk menjadikan tempat kubangan kerbau itu sebagai kolam besar, Tabek Nagari.

Ada keanehan tersendiri pada tabek besar ini, dimana airnya dapat berubah-rubah warnanya. Adakalnya coklat, adakalanya berubah mejadi merah, atau kemudian berubah menjadi hijau. Namun anehnya lagi, walaupun bewarna sedemikian tatkala mencuci pakaian tiada berpengaruh terhadap pakaian warna dari air tersebut. Pakain tetap bersih tak terkena warna air tabek.

Tepat di sisi sebelah utara dari tabek ini terdapat sebuah bukit yang dikenal oleh orang kampung dengan nama Bukik Kubua Harimau dimana menurut cerita dari rakyat setempat disanalah dahulunya harimau dikuburkan. Sebenarnya masih banyak lagi nama-nama khas di tempat ini namun kami tiada teringat dengan penjelasan Rangkayo Yus, seperti sebuah bukit yang bernama Bukik Kapalo Bungo.

Demikianlah perjalan kami menjelang tengah hari ini di hari ke 22 di bulan puasa tahun 1437 H.

_______________________

Catatan Kaki:

[1] Tabek maknanya Kolam dalam hal ini Kolam Ikan

Picture:

Picture: Here
Picture: Here
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s