Riak di bulan Puasa

Picture: Here

This is Kamang War monument in Pintu Koto, Kamang Village its 12 Km east Bukit Tinggi City.

_______________________

Keras berdentang terdengar, kami abaikan pada mulanya karena biasanya tiada terjadi apa-apa hanya bunyi mobil prah yang berdengkang bagian belakangnya. Namun tatkala kami menengok keluar, maka tampaklah beberapa orang mulai berjalan menuju ke tengah simpang yang terletak di hadapan rumah kami. Para pengendara onda berhenti, jalanan mulai ramai, dan kamipun ikut mengintip dari balik jendela.

Cerita nan kami dapatkan kalau sebuah oto[1] Kijang Kotak yang sedang parkir di bengkel tambal ban kena hantam oleh sebuah oto Suzuki Carry yang dikendarai oleh seorang engku-engku tua. Besar perkiraan kalau si engku sedang belajar membawa oto dan ditambah lagi keadaan otonya yang tiada sehat. Hal ini tampak tatkala si engku mengalami kepayahan menepikan otonya yang terhenti di tengah jalan.

“Iba awak melihat si engku itu, termenung serta pucat wajahnya tatkala diberi tahu kalau otonya baru saja menghantam oto orang yang sedang tegak..” ujar bunda kepada ayahanda.

Kejadian terbut berlaku di Ahad pagi menjelang tengah hari ini, 21 Ramadhan 1437 atau 26 Juni 2016.  Itu merupakan nan terbaru di awal pekan ini. Namun beberapa hari nan lalu telah ada dua kejadian lain yang akan menjadi penanda Bulan Puasa tahun ini.

Kejadian pertama ialah kebakaran nan menimpa beberapa rumah di nagari (desa) jiran kami yakni Nagari Magek, tepatnya di Jorong Kasiak. Pukul enam pagi telah terdengar sirine dari beberapa oto pemadam kebakaran meraung-raung memecah kesunyian pagi di kampung kami. Kami yakin tidak hanya satu oto melainkan ada beberapa, selepas itu bunyi desingan onda mulai terdengar dari arah jalan, biasanya orang mulai ramai mengekori oto pemadam itu.

Beberapa rumah terbakar dan tiada orang nan mati karena kebakaran ini. Besar kemungkinan kebakaran ini terjadi konsleting arus listrik yang bermula dari salah satu rumah yang ditinggali pemiliknya berdagang ke luar kota. Kejadian itu berlangsung pada hari Rabu 17 Ramadhan 1437 (22 Juni 2016).

Kejadian kedua ialah nan menggenaskan, menyedihkan, dan memilukan. Terjadi pada Jum’at hari ke 19 berpuasa. Disaat orang mengerjakan shalat Jum’at seorang anak membunuh ibu kandungnya dan kemudian membakarnya. Kejadian tersebut terjadi di sebuah kampung berjarak sekitar 5-6 Km dari kampung kami. Kata orang-orang anaknya itu mengalami gangguan jiwa dan pernah dirawat di rumah sakit di Gadut.

Terkejut orang mendengarnya, ibunya seorang guru di salah satu SMA di Bandar Bukit Tinggi sedangkan ayahnya ialah pegawai RRI di bandar yang sama. Tak terbayang duka yang dialami keluarga itu, terutama sang ayah dan anak sulungnya yang mendapati keadaa nan demikian selepas pulang dari Shalat Jum’at.

Kami berharap dicukupkanlah segala cobaan pada puasa tahun ini, tiada sanggup lagi kami mendengarnya dan terutama mengalaminya. Jangan sampai hendaknya,.

__________________________

[1] Mobil

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s