Iftar at Clock Tower

Iftar at Jam Gadang (Bukit Tinggi City, West Sumatera, Indonesia), me myself feel strange with this but not another city people. Many of city people has usual do iftar in the park or another public place. Sabai nan Aluih Park, where Jam Gadang located has main place of the people who want to iftar together with family or friends.

__________________________________________________

Belum pernah kami menghabiskan masa berbuka puasa di Taman Menara Jam di bandar kami. Terniat begitu saja di hari keenam berpuasa pada tahun 1437 ini, maka disinilah kami pada petang hari menjelang berbuka. Cukup ramai orang disini walau tak seramai hari biasa. Kebanyakan sekelompok pelancong, bersama dua atau tiga orang kawan, dan bahkan ada pula pasangan kekasih.

Kebiasaan disetiap bulan puasa ialah dibunyikannya serine di menara jam ini sebagai tanda masuknya waktu berbuka. Tidak hanya disaat berbuka saja melainkan juga disaat sahur juga dibunyikan. Demikianlah, menara jam ini menjadi pusat bagis setiap kehidupan yang ada dibawahnya.

“Dahulu ramai orang menggelar lapiak[1] di hadapan menara jam itu engku..” ujar salah seorang pedagang kepada kami “Berbuka bersama mereka disana..” lanjutnya “Atau kalau tidak, ada beberapa perusahaan atau kantor pemerintahan yang membagi-bagikan pabukoan[2] dan dilakukan buka bersama di sini..” kisahnya kepada kami “ramai itu engku..”

“Bilakah biasanya itu engku?” tanya kami penasaran

“Biasanya pekan-pekan kedua puasa sudah mulai ia itu..” jawab si engku..

Sungguh sangat menarik melihat suasana berbuka puasa di taman di tempat menara jam ini berada. Orang-orang berbuka dengan caranya masing-masing.  Kami tengok tidak ada pabukoan nan mewah melainkan sekadarnya saja, bahkan kawan kami hanya berbuka dengan sepiring Bubua Samba[3]. Para pedagang berbuka di dekat dagangannya, sekelompok anak remaja berbuka di taman atau di hadapan jam gadang. Bagi yang berkawan seorang atau dua orang berbuka di atas bangku taman, atau duduk menjuntai di trotoar atau tempat lainnya.

Namun ada nan menggaduh pemandangan kami disaat menjelang berbuka dan demikian juga selepas berbuka. Disaat menjelang berbuka kami dapati sepasang remaja sedang mengambil gambar dengan mesra dimana si perempuan naik ke punggung si lelaki tanpa seorangpun nan menegah[4]. Dan memang disaat menjelang berbuka ini sangat banyak pasangan remaja dengan beragam pakaian (terutama yang perempuan) dan kelakuan mereka berkeliaran di taman ini.

Disaat malam mulai beranjak, adzan Isya telah dikumandangkan oleh Engku Bila[5] namun jumlah manusia bukannya berkurang namun justeru semakin bertambah di taman ini. Tidak ada petugas yang merazia, tiada pula nan mengingatkan. Para pedagang masih terus berdagang demikian juga dengan orang datang juga terus berdatangan. Beberapa pasangan remaja juga kembali tampak mengambil gambar dengan latar menara jam dan tentu saja dengan sangat mesranya, saling mengapit mereka.  Padahal malam ini ialah malam ketujuh bulan puasa.

Demikianlah nan kami dapati senja itu, dahulu kami pernah mendengar kalau pada setiap malam bulan puasa ini. Para petugas selalu mengadakan razia di kawasan taman tempat menara jam berada. Semoga saja tahun ini diadakan kembali. Sebab kalau tiada, kalau dibiarkan, maka nanti orang-orang ini akan melawan apabila ditegah datang ke taman disaat orang menunaikan Shalat Tarwih. Semoga saja Datuk Wali mengetahui dan memiliki kearifan dan kebijaksanaan perihal perkara ini.

_________________________________

Catatan Kaki:

[1] Tikar

[2] Takjil

[3] Lontong

[4] Menegur, melarang

[5] Berasal dari kata Bilal, nama salah seorang sahabat nabi yang bertugas mengumandangkan adzan. Orang yang bertugas mengumandangkan adzan digelari dengan gelar “Bila” di Minangkabau ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s