Sesal Kemudian

Terlongsong Lidah, Terlompat Kata

Tiada maksud apa-apa, namun tiada kearifan. Apa nan terfikirkan langsung diucapkan. Lupa kalau ada orang di sebelah, di hadapan, dan di belakang. Tiada suka mereka, pasti.

Apa nan terucap takkan bisa ditarik, akan membekas pada orang nan mendengarnya. Kesal, benci, dan kusumatlah nan mananti.

Mungkin karena jarang bercakap, jarang pula dimintai pendapat. Akibatnya terlalu semangat tatkala diminta pendapat. Lupa akan kendali diri, lupa akan kearifan hati. Tiada terpakai karena girang menguasai hati.

Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna.

Masih untung ada rasa sesal, banyak orang zaman sekarang nan tiada memiliki rasa sesal sedikitpun. Keras bak batu, dungu bak keledai, serupa katak dalam tempurung, serupa ayam jantan di dalam kandang.

Astagfirullahhal’azym. Semoga lisan nan terlongsong diampuni oleh Allah Ta’ala. Semoga tiada bekas pada nan mendengar, tiada pula kusumat baru nan terlahir..

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s