Listening to Kun Anta by Humood Alkhudher

Hamood Al Khudher [Picture:Here]

Pertama mendengarnya kami sudah suka “Mungkin sebangsa ia dengan Maher Zain..” ucapkan kami dalam hati. Maksud kami sebangsa ialah lagunya sama-sama beraliran pop Islami, sama-sama lagu Islam yang mengusung konsep berbeda, dan sama-sama berada di dalam perusahaan nan sama, Awakening Record.

Rupanya setelah kami cari di internet, Humood Al Khudher dan Maher Zain memang sebangsa, Arab. Humood ialah berasal dari Negara Kuwait, dia lahir pada tahun 1989. Masih muda agak beberapa tahun dari kami, namun telah berjaya dia dalam bidang yang digelutinya. Adapun kami masih bergelut dengan duri dan kerikil tajam di sepanjang jalan. Ditambah hadangan nan memelintang, apakah itu datang sendiri ataupun didatangkan oleh kera dan beruk nan tiada suka dengan kami.

Kun Anta (Bahasa Arab) merupakan judul lagu dari Si Hamood yang sangat banyak digemari oleh orang sekarang, termasuk kami. Dibuat berbagai macam cover, video, serta terjemahan lagunya. Termasuk kepada Bahasa Indonesia, sehingga bagi yang tiada faham Bahasa Arab dapat mengerti dan memahaminya.

Lagu ini sama sekali tidak seperti yang kami sangka, yakni menyampaikan pesan-pesan yang bersifat Qur’ani. Jadilah (Kun) Kamu Laki-laki (Anta) demikian kalau diterjemahkan menurut bahasa. Namun disini artinya ialah Menjadi Diri Sendiri. Be Your Self sebuah motto yang sangat populer di kalangan anak remaja di akhir tahun 1990an dan awal tahun 2000an dahulu. Sebuah motto sia-sia belaka, pemanis mulut, serta sok-sok an. Sebab mereka tetap menjadi Tukang Tiru, tiada menjadi diri sendiri. Anak-anak itulah nan kini tumbuh menjadi orang nan memegang posisi tertentu di pemerintahan, ekonomi, politik, pendidikan, dunia hiburan, dan lain sebagainya.

Kun Anta memiliki pesan agar kita tetap menjadi diri sendiri, jangan berubah menjadi diri orang lain demi mencapai kebahagiaan. Suatu perkara yang acap kita dapati pada diri orang-orang sekarang. Sibuk meniru dan lupa dengan diri sendiri, lupa dari mana ia berasal. Sehingga dia menjadi asing bagi bangsanya sendiri.

Demikianlah, ada orang nan mencemooh “Beruk ataupun kera walau dipakaikan pakaian manusia, diajarkan bertingkah laku serupa manusia, dan hidup serupa manusia kebanyakan, namun nan jenisnya takkan berubah. Tetap dipanggil orang Beruk berkaca mata, Beruk berbaju bagus, dan Beruk lainnya..”

Atau dalam kasus lain, kita melihat ada seseorang yang pandai dalam bergaul, disukai banyak orang, pandai membawakan diri, manis mulut atau pandai bicara. Sedangkan kita ialah kebalikan dari itu semua, tiada pandai bergaul, menyapa, beramah-tamah atau bermanis mulut, dan lain sebagainya. Haruskah kita menjadi orang tersebut?

Tidak, jadilah diri sendiri. Mungkin tanpa kita sadari kita telah menarik perhatian beberapa orang, mereka menyukai kita apa adanya dan kita tiada mengetahui dan menyadarinya. Jangan menjadi orang lain apalagi menjadi orang yang kita benci.

Arba’a hari ketiga bulan Ramadhan 1437 H

Listening to Kun Anta by Humood Alkhudher at Pintu Koto, Kamang Hilia, Bukittinggi-Agam

Preview it on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s