Between Friendship

This film describe the reality in our life, disunity has become our shadow. And for me, the one you think that your friend maybe dont have the same things. For him/her, there are another one more than you. You just stopover place or some one in the way, they talking and share a story and than in the end of journey they forgot you.

____________________________________________

Captain America: Civil War yang kalau kami tiada salah apabila diterjemakan ke dalam bahasa kita menjadi Kapten Amerika: Perang Sipil. Tatkala membaca judul filem ini – beberapa bulan nan lalu – kami memiliki firasat kalau filem ini akan berkisah perihal perseteruan antara anggota Avengers. Hal ini karena Perang Sipil itu sendiri berarti perang saudara, perang antara sesama anak negeri dalam mengukuhkan kekuasaan mereka terhadap nan lain. Tampaknya, sangkaan kami benar, hal ini terbukti tatkala kami melihat video trailernya.

Baru saja kami tonton filemnya, bagus memang namun kami agak kurang bersemangat melihat perpecahan di tubuh Avengers. Memanglah sedari zaman purba dahulu, Perang Saudara disebabkan karena ego masing-masing anak negeri. Mereka hendak menguasai dan mengendalikan nan lain sehingga timbullah perang itu. Serupa nan berlaku pada negara kita dimasa-masa awal berdirinya republik ini. Akhirnya ego seseorang dan sekelompok oranglah nan menang sehingga akhirnya negara dikendalikan menurut cara mereka.

Namun nan berlaku pada tubuh Avengers tiada demikian, bukan hendak saling mengendalikan melainkan karena mereka memiliki perbedaan kepentingan. Kapten Rogers yang hendak melindungi kawan karibnya, satu-satunya orang yang masih tinggal yang berasal dari masa lalunya. Sedangkan Tony Stark hendak menyudahi pertualangannya demi perempuan yang teramat dikasihinya.

Namun maksud nan terkandung di hati mereka tersebut ditutupi dengan dalih manis. Kapten Rogers berdalih bahwa apabila Avengers berada dibawah pengawasan berarti membiarkan orang lain mengendalikan mereka. Hal ini dapat saja  berujung kepada penyelah-gunaan wewenang yang acap kali dilakukan oleh pejabat pemerintah sehingga Avengers dapat saja digunakan untuk kepentingan politik tertentu.

Sedangkan Tony Strak berdalih bahwa dalam setiap aksi mereka acap pula bertindak berlebihan sehingga hal tersebut memerlukan penanggulangan. Kendali dari pihak pemerintah – dalam hal ini PBB – akan memperkecil resiko kesalahan – baik yang disengaja ataupun tidak – yang kemungkinan mereka lakukan semasa melakukan aksi. Hal tersebut diperkuat oleh pengalaman Tony yang bersua dengan ibunda salah seorang pemuda yang mengabdikan diri untuk membangun rumah bagi penduduk miskin di Sokovia[1], pemuda ini meninggal muda sebagai  korban tak bersalah dalam peperangan antara Avengers dengan Ultron. Agen Romanof menambahkan “Disaat semua orang sedang beraksi, lebih baik ada satu orang yang mengawasi kemudi..”[2]

Entah kenapa, entah perasaan kami saja, jalan cerita pada filem ini lebih memberikan tempat kepada Faksi Kapten Rogers. Wanda yang melarikan diri bersama Clint, Agen Romanof yang membiarkan Kapten Rogers dan Winter Soldiers melarikan diri. Tidak hanya itu, dalam perang terbuka mereka di bandara tampak kelompok Tony kepayahan menghadapi kelompok Kapten Rogers. Vision yang berada pada kelompok Tony justeru sangat sedikit aksinya, padahal aksi dari Vision dapat mengimbangi Wanda yang telah terlalu berlebihan. Sebaliknya Wanda tampak berkali-kali menyelamatkan anggota kelompok Kapten Rogers yang kalah kekuatan dan keahlian. Kami bertanya dalam hati “Kemanalah Si Vision ini? Sedangkan permisi ke toiletkah ia?”

Entah kenapa simpati kami kepada Tony menjadi bertambah, walau jalan cerita mengarahkan simpati kepada Kapten Rogers.  Mungkin karena kami sama-sama pernah merasakan ditinggalkan dan dikhianati oleh seorang kawan. Sesungguhnya kita dikelilingi oleh berbagai macam prasangka yang disematkan oleh orang lain kepada diri kita, yang membuat kita dijauhi dan ditinggalkan.

_______________________________

Catatan Kaki:

[1] Sokovia ialah nama salah satu kota rekaan di Benua Eropa bagian Timur. Di filem Avenger: Age of Ultron, kota ini dijadikan sebagai sarang Hydra (sebuah organisasi kejahatan besar tandingan SHIELD) dan karena itu terjadi malapetaka dhasyat dimana terjadi kerusakan amat parah pada kota ini karena peperangan antara Avengers dengan Ultron.

 [2] Di akhir filem kita akan diberitahu perihal siapa sesungguhnya sosok yang telah mengadu domba para Avengers. Ia adalah salah seorang tentara Sokovia yang keluarganya yakni ayah, isteri, dan anaknya menjadi korban dalam peperangan antara Avengers dengan Ultron.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s