My Country Side

Country Side

Sudah lama kiranya kami tak berjalan menengok-nengok kampung. Maklumlah, rumah kami terletak di perbatasan nagari, orang perbatasan. Begitu melangkah sampai di nagari jiran, demikian nan selalu kami lakoni tiap hari.

Ahad petang ini, kami bersama ayah, bunda, dan adik pergi menziarahi rumah bako[1] yang berada pada salah satu kampung di dalam nagari.

Petang hari ini sangat cantik, matahari bersinar cerah, langit biru, dan awan-awan menggantung di awang-awang. Sungguh berlainan dengan petang hari nan biasanya selalu hujan atau kalau tidak mendung.

Di tengah perjalanan menjelang sampai ke rumah bako, kami dapati suatu pemandangan nan sedap dipandang mata. Kiri-kanan ialah kawasan persawahan, nun jauh disana ialah Gunung Marapi yang sedang berselimutkan awan, di ujung ialah kampung bako kami. Serupa terletak pada sebuah pulau saja kampung bako kami itu.

Beruntung kami pada petang hari ini, beruntung kami tinggal di sebuah nagari nan permai, dan beruntung pula pada petang hari ini sangat cantik menawan hati.
———————
Catatan Kaki:
[1] Keluarga ayah, saudara perempuan ayah – at Tan Kamang Kamang Hilia

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s