Look with heart

Mencari Berkah || To get a blessing

Acap kali kita silau dengan kehidupan kaum hartawan, setiap sebentar menukar hape, tablet, jam tangan, ataupun kendaraan. Sehingga hal tersebut menjadi pemicu kita untuk bekerja lebih giat guna mencapai segala kemegahan tersebut. Dan tak jarang pula kita lupa diri demi mengejar segala keinginan tersebut.

Tentulah demikian, mata nan tengah silau akan buta sesaat dan selepas itu pandangan tiada jernih dibuatnya.

Terkadang bagi nan suka bekerja dikatakan sok-sok an, mengambil muka, ataupun menjilat. Padahal nan dikerjakan ialah kewajiban jua, mencari berkah atas uang yang telah diterima tiap bulan, ataupun tidak, hanya demi menjaga perasaan dan hati. Sebab kalau tidak dijaga dan diajar maka hati itu akan mengeras. Kata orang, hati itu dapat lebih keras dari pada batu karang.

Hasilnya, karena banyak nan keras hati maka rusuhlah keadaan. Tiada nikmat bekerja, orang sebelah-menyebelah menjadi tergaduh. Syukur ada tergaduh, kalau menular? Kata orang lagi, energi negatif itu sangat cepat menularnya.

Kata orang bijak bestari, belajarlah melihat dengan hati, asahlah hati itu, selepas itu sering-seringlah menengok ke bawah. Cobalah tatkala hari sedang panas terik memandang agak sesaat ke atas dan selepas itu pandangan engkau itu arahkan ke bawah. Bagaimana hasilnya? Untuk sesaat pandangan engkau akan gelap tiada dapat melihat.

Kalau kita buka mata hati kita dan memandang ke sekitar, betapa banyak orang-orang yang tak seberuntung kita. Tengoklah ke bawah. Sepanjang hidup mereka bergelut dengan kesusahan. Namun mereka masih tetap ada, masih tetap berjalan, dan masih tetap gigih berusaha.

Tak sedikit kami dapati orang tua yang telah memasuki masa senja. Dimana semestinya mereka berleha-leha menikmati hidup namun jalannya kehidupan membuat mereka mesti tetap berusaha demi menjaga hari esok. Entah apa yang berlaku pada mereka, kami hanya dapat berdo’a saja.

Malu, sungguh malu. Malu malas bekerja sementara gaji diterima jua. Malu mementingkan ego karena awak sama-sama memakan uang pemberian. Malu pada orang di luar sana..

Namun energi negatif itu cepat menularnya, terkadang tertular jua. Hendak bagaimana lagi awak ini manusia bukan malaikat. Semoga saja kesadaran dan kendali diri ini masih tetap ada pada diri sehingga apabila telah tertular dapat cepat kami obati.

Semoga saja Insya Allah, Amin… – at Pintu Koto Kamang Hilia

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s