Tatapan Kalian..

The way you looked me..

Kedua kucing ini ialah kepunyaan keluarga kami. Tiada bernama, kalau dipanggil cukup dengan “puss” saja maka mereka akan bersegera datang. Bermanja-manja di kaki kami. Demikianlah ulah mereka.

Ayah dan bunda kerap mengajak mereka bercakap-cakap. Ayah kerap bergarah dengan mereka, sedangkan ibu acap berteriak dari dalam dapur karena tak sengaja menginjak mereka. Maklumlah suka nyinyir mereka apabila melihat bunda di dapur, bermain-main di kaki bunda sehingga tanpa sengaja tatkala bunda melangkah maka merekapun terinjak. Bunda memekik dan kucingpun memekik pula. Kesal bunda dibuatnya.

Namun begitu, sayang bunda tiada berubah. Bunda yang memberi makan dan bunda pula yang mencemaskan mereka apabila lama jauh dari rumah “Sudah diberi makankah kucing-kucing itu..”

Tatkala kami pandangi gambar yang telah kami ambil ini, kami tersenyum saja dalam hati. Gambar ini kami ambil dari belakang rumah. Kemana kami melangkah, kedua ekor kucing ini bersepakat mengawasi kami “Serupa di filem-filem saja..” ucap kami dalam hati.

Terkenang kami dengan lingkungan pergaulan kami, berkata kami dalam hati “Tak sedang mempergunjingkan kamikah mereka itu?” Tatapan mata mereka sungguh mencurigakan.

Sering kami bersikap lebay pada diri sendiri “Engkau itu seorang pesohor, nasib pesohor itu ialah menjadi bahan pergunjigan banyak orang..”

Ada-ada saja kami ini, bersikap lebay pada diri sendiri kemudian dituliskan pula di blog. Demikianlah apabila sudah kekurangan bahan untuk menulis.

Namun, memang demikianlah keadaan nan kami dapati, tak hanya kami akan tetapi banyak orang nan mengalami. Di hadapan kita mereka bersikap manis seperti kucing kami itu. Merayu-rayu serupa kucing minta makan, di belakang kami lain persoalan. Menjadi bahan pergunjingan, olok-olokan, dan cemoohan.

Apakah kucing kami itu bersikap demikian pula kepada kami?

Tiada mengapa, kata Tuanku[1] yang pernah kami dengar kajinya di surau “Orang yang dipergunjingkan mendapat limpahan pahala. Sedangkan yang menpergunjingkan mendapat limpahan dosa..” lanjut Tuanku lagi “Tak jarang pergunjingan itu berujung kepada fitnah..”

Tiada mengapa bagi kami nan bagian pertama, namun nan kedua sangat kami risaukan. Adakah kami telah menjadi korban fitnah?

Entahlah, nan pasti kucing-kucing ini tiada tahu malu. Apabila kami berjalan ke dapur, bersegera mereka merayu-rayu dengan suara nan dihaluskan sambil menggesek-gesekkan kepala mereka ke kaki kami. Minta diberi makan, maklumlah kucing kan sejenis binatang, kita manusia berakal ini nan mesti mengalah dan menunjukkan sikap belas kasih.


Catatan Kaki:

[1] Gelar bagi ulama di Minangkabau. Pada masa sekarang telah jarang digunakan orang.

– at Pintu Koto Kamang Hilia Bukittinggi-Agam

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s