Truck & Ricefield

Truck in Ricefield [Thursday, Mei 12, 2016]

Hari Kamis nan cerah kami minta izin pergi ke Bandar Padang, hendak menengok nan terkasih. Onda (motor) buruk kami sebenarnya sudah enggan dibawa berjalan jauh namun kami tiada punya pilihan. Semoga saja diperjalan ia baik-baik saja, selama ini belum pernah dia merajuk atau sampai sakit.

Udara cukup sejuk, awan mendung tampak berarak di atas awang-awang, semoga saja tiada hujan. Namun tiada mendung sepanjang jalan, bertumpak-tumpak. Di Bukit Tinggi cerah begitu memasuki Koto Baru mendung, di Padang Panjang cerah kembali dan tiba di Lembah Anai bersua lagi dengan mendung.

Lepas dari Lembah Anai berangsur cerah, nun jauh disana matahari malu-malu menampakkan diri. Kami tersenyum saja, serupa anak gadis sedang mengintip sang kekasih saja kelakuannya.

Menjelang Kayu Tanam kami dapati kendaraan di hadapan mulai tersendat lajunya “Duhai macet pula, padahal bukan hari libur..” sesal kami dalam hati.

Setelah dekat baru tampak benar penyebab kendaraan tersendat lajunya. Rupanya di sebelah kanan kami ada satu truk fuso yang sedang mandi lunau (lumpur). Tidur lelap ia di dalam sawah, jejaknya tampak dari jalan hingga ke sawah. Bergulimang lunau ia, sangat menyedihkan, roda belakangnya ganggal dan tertinggal tepat dibelakang ekornya.

Kami ikut berhenti, hendak menengok kemalangan ini. Tak hanya kami, beberapa orang ikut berhenti dan turun dari kendaraannya. Tiada tanda-tanda dari pengemudinya, entah kemana dan bagaimana nasibnya. Sungguh kasihan truk ini, ditinggal oleh tuannya. Atau masuk rumah sakitkah tuannya itu? Kami tiada tahu..

Apabila ditengok dari arah truk, maka tampaknya truk ini melaju dari arah Lembah Anai. Bisik-bisik orang di belakang kami mengatakan kalau kejadiannya tadi malam. Mungkinkah karena pengemudinya mengantuk, atau bisa juga karena remnya tiada bekerja dengan baik? Entahlah kamipun tiada pula bertanya-tanya. Sebab kebanyakan orang nan ramai melihat-lihat itupun tiada tahu, mereka sama serupa kami, berhenti karena ada pemandangan ganjil nan patut untuk dipandangi serta diambil gambarnya.

“Untung ia mengarahkan truknya ke sebelah kanan sehingga masuk ke dalam sawah. Kalau ke arah kiri tentulah akan lain ceritanya..” ucap seorang engku kepada kami.

Sebelah kiri ialah tebing berlurah dan terdapat rumah penduduk. Onda kami hentikan di hadapan rumah tersebut. Syukur pula lunau dalam sawah memperlambat lajunya karena kalau tidak, sebuah rumah pondok yang tepat berada di hadapan truk yang sedang tertidur itu pastilah akan rubuh dilindasnya. Rumah itu kami dapati bergulimang lunau pula.

“Telah 23 tahun awak berjalan tiap hari dari Padang Panjang menuju Padang, baru kali ini awak dapati keadaan yang serupa ini engku..” kisah seorang engku yang tampaknya bekerja di Kantor Pos di Bandar Padang sedangkan rumahnya ialah di Bandar Padang Panjang.

Demikianlah, pagi ini jalanan agak tersendat di tempat kemalangan ini. Ada yang melihat sambil lalu dengan memelankan laju kendaraanya. Ada yang turun, meminggirkan kendaraannya, namun nan membuat kami geleng-geleng kepala ialah orang yang menghentikan kendaraannya tanpa meminggirkan. Akibatnya kendaraan di belakang menjadi terhenti pula sehingga terjadilah macet itu. Sedangkan yang punya kendaraan asyik mengambil gambar dari atas kendaraannya.

Adapun dengan kami hanya berhenti sebentar saja karena tempat yang dituju serta maksud kepergian kami ini lebih utama. Sudah tak sabar kami agar cepat sampai ditujuan..

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s