The Greatness of Rumah Gadang

Anjuang Rumah Gadang

Nan memanggil-manggil pulang, menjadi hiasan dalam hidup, menjadi kebanggan pada diri. Kukuh tegak dengan kebesaran, megah berdiri dengan keagungan. Tempat bunda berdiam beserta ayah dan keluarga, tempat diri dibesarkan dengan pengajaran adat bersyari’at.

Pada masa sekarang sangatlah payah ditemui. Kalau pada masa dahulu, kemanapun engku edarkan pandangan mata maka akan tertumbuk pada Rumah Gadang nan menjadi kebanggaan di Minangkabau ini. Namun pada masa sekarang, payahlah engku mencari, tersua dua-tiga.

Tiada yang patut disalahkan, kayu lebih berharga dari pada batu pada zaman kini. Apa hendak dikata upah membuat gonjong sama atau mungkin lebih tinggi dari gonjong itu sendiri.

Banyak nan mengeluh, terutama para pelancong ” Tiadakah lagi Rumah Gadang di Minangkabau ini?” Tanya mereka menyesali. Memang ada pada beberapa nagari di Minangkabau ini seperti di Nagari Abai di Solok Selatan, masih terpelihara. Tapi apabila dibandingkan dengan Alam Minangkabau nan amat luas ini..

Mungkin semakin berkurangnya Rumah Gadang beriringan dengan semakin berkurangnya Gadis Minang pada masa sekarang. Jumlah anak perempuan tentulah banyak namun tak kesemua mereka dapat dikatakan Gadis Minang.

Baju kurung ialah pakaian wajib bagi Gadis Minang, kini mereka tiada hendak memakai. Tanda kekolotan dan sangat memalukan. Kalaupun ada nan hendak, diubah rancangan baju, dibuat berlekuk di sekitar pinggang. Maka tampaklah bentuk tubuh si encik nan molek itu.

Masa kini, sebagian besar perempuan-perempuan di Minangkabau tiada berbeda dengan perempuan-perempuan di negeri lain, apabila kita lihat dari segi berpakaian. Fashion style sangat cepat menyebar dan banyaklah diantara mereka nan menjadi Fashionista.

Demikianlah Rumah Gadang, sangatlah erat kaitannya dengan kaum perempuan karena merekalah penyumarak Rumah Gadang itu. Sebagaimana wasiat nabi kita: Apabila baik perempuan pada suatu kaum maka baik pula kaum itu. Namun apabila sebaliknya buruk perempuan itu maka kaumnya ikut pula buruk.

Tiadalah bermakna kemegahan dan keagungan sebuah Rumah Gadang apabila perempuan nan mewarisinya tiada elok lakunya, buruk adatnya, dan tiada syari’at dalam kalbunya. Semegah apapun ia, perempuan jualah nan menjadi penentu. Tak megahpun asalkan perempuan nan mewarisi ialah perempuan nan elok laku, beradat, dan bersyari’at maka akan megah jua tampak pada pandangan orang.

Ibaratkan hati tanpa ilmu, bagaikan lesung tanpa alu, umpama kuda tanpa pelana. Ada nan kurang, ada nan tiada lengkap, ada nan belum terisi. Itulah ia, akhlak perempuan nan beradat nan berlandaskan kepada syari’at.

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s