Sepenggal Kerinduan Itu

I Love Rain..
[Monday, April 25, 2016]

“Hujan itu melankolis, hujan itu romantis, dengarlah tatkala alam meluahkan isi hatinya. Adakah sama dengan yang engkau rasakan?”

Semenjak beberapa hari nan lalu selalu hujan di negeri kami. Pagi tiada hujan melainkan selepas petang hari ia datang, dan terkadang sambung menyambung hingga malam. Terkadang diiringi angin kencang, terkadang oleh guruh, dan lebih sering dengan udara sejuk. Tentulah demikian, hujan membawa kesejukan, hujan itu rahmat.

Selepas hujan teduh, maka ramailah jalanan dengan sekalian kendaraan. Apabila hujan datang kembali, mereka tiada peduli, ditempuh saja.

Namun apabila hujan disertai dengan mati lampu? Maka nan paling nikmat ialah bergelung dalam selimut di atas tempat tidur.

Hujan, terkadang mencerminkan suasana hati sebagian orang. Dihantam palu godam tentulah sangat menyakitkan. Rindu dengan sang buah hati sangatlah menyiksa. Dan apalagi ada tembok yang menjadi penghalang diantara dua hati yang saling merindukan itu.

Hujan, suaranya membuat kita sadar betapa suara gemuruh alam tiada seberapa dibandingkan suara gemuruh di hati ini.

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s