Bandar Kami dalam Bingkai

Bukittinggi dalam bingkai || Bukit Tinggi in the frame
[Saturday, April 23, 2016]

Sayang sekali Gunuang Marapi sedang ditutupi kabut, kalau tidak maka akan tampaklah Gunung Bertuah itu. Konon kabarnya Nenek Moyang kami Orang Minangkabau ini turun dari puncak gunung itu.

Apabila kita memandang ke arah Gunuang Marapi ini dari arah Jam Gadang maka akan tampaklah rumah penduduk yang serupa berhimpitan letaknya. Kalau kami bandingkan dengan gambar lama dari masa kolonial yang pernah kami dapati, maka di kawasan rumah-rumah penduduk itu dahulunya ialah sawah belaka.

Sungguh zaman begitu cepat lajunya, siapa sangka kalah dahuli ialah sawah belaka. Terkenang kami dengan kampung kami yang hanya berjarak 12 Km dari Kota Bukit Tinggi ini. Sudah ada beberapa orang yang menimbun sawah (terutama yang terletak di tepi jalan) karena hendak mendirikan rumah.

Ah, dahulu di kampung kami, membeli beras sangatlah buruk terdengar di telinga. Namun sekarang sudah biasa agaknya. Jangan-jangan bertahun kemudian kami di kampung akan mengimpor beras. – at Jam Gadang Bukittinggi

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s