Mengikuti Arus

Pagi di kantor || Morning in the office
[Wednesday, April 20, 2016]
___________________________

Berbincang-bincang dengan seorang kawan di pagi hari, sambil menanti apel namun rupanya pekan ini apel tiada dapat. Bagus juga.

St. Pangulu nama kawan kami ia bercakap kalaw kita mesti mengijuti arus tapi jangan sampai terbawa arus. Berbeda itu keduanya, mengikuti arus berarti masih ada kontrol diri. Dengan demikian kita tahu kapan harus berhenti, diam, atau mengambil sikap lain.

Namun kalau terbawa arus berarti kita mengikuti saja kata orang, lain kata tiada berfikir atau tiada memiliki pendirian. Pada masa sekarang orang serupa inilah yang banyak kita dapati.

Kami terdiam, benar kata kawan kami ini agaknya. Selain ingin cari selamat, terkadang jenis orang serupa ini hendak mengambil muka di hadapan induk semang. Atau karena memang lugu sehingga percaya begitu saja apa yang dikata orang.

Entahlah, kami tiada faham jua. Bagaimana dengan engku, rangkayo, serta encik sekalian? – at Belakang Balok

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s