Predestination

Picture: Here

Kami cukup heran dengan judul dan maksud dari filem ini, “Takdir” demikian terjemahan dalam bahasa Indonesia nan kami dapati pada Subtitle dari filem ini. Dari kilasan filem nan kami tonton, agaknya filem ini berkisah perihal orang-orang yang dapat melakukan perjalanan waktu dengan menggunakan mesin waktu. Namun anehnya mesin waktu nan dipakai tak serupa dengan nan kami dapati pada filem-filem lain, hanya berupa tas biola yang memiliki kunci serupa kunci koper lama. Dengan memasukkan tanggal, bulan, dan tahun tujuan dan kemudian memeluk kotak biola tersebut maka sampailah orang nan memegangnya.

Di awal filem dikisahkan perihal seorang agen berusaha menjinakkan sebuah bom yang hendak diledakkan. Dia mengalami kemalangan ketika menunaikan tugasnya, wajahnya terbakar sangat parah sehingga terpaksa dilakukan pencakokan kulit ke wajahnya. Akhirnya ia berganti rupa dan tak lama setelah kesembuhan ia kembali ditugaskan untuk melanjutkan penyidikan perihal Tukang Bom yang telah membuat gaduh itu.

Ia kembali ke tahun 1970, menyamar menjadi penjaga bar dan disini ia bersua dengan seseorang yang bernama Jhon dimana mereka menghabiskan malam bercakap-cakap. Sangat heran kami dengan filem ini, hendak mengisahkan perjuangan untuk menangkap Tukang Bomkah atau justeru hendak mengisahkan kehidupan Si Jhon yang sangat tragis.

Dari rupanya, kami menangkap kalau ia bukan laki-laki biasa, semula kami kira ia homo namun rupanya tidak. Dahulunya ia seorang perempuan – nama perempuannya Jane – yang tanpa disadarinya semenjak kecil ia berkelamin ganda namun nan tampak ialah ciri-ciri perempuan saja. Ketika melahirkan barulah ketahuan, rahimnya hancur akibatnya mesti diangkat sekalian dengan kemaluan perempuannya. Akhirnya ia menjalani operasi untuk membentuk kelaki-lakiannya. Sayangnya ia baru sadar kalau sebenarnya dijadikan sebagai percobaan saja.

Kisah hidupnya sendiri sangat menyedihkan, dibuang dan dibesarkan di Panti Asuhan, mengalami kekerasan dari kawan-kawanny di panti demikian pula tatkala menjalani tes kerja. Namun dibalik itu, sesungguhnya ia seorang yang cerdas, kecerdasannya mengalahkan kawan-kawannya, mungkin itulah yang membuat ia dibenci.

Kami merasa ada yang aneh dari ekspresi wajah si penjaga bar tatkala sampai kepada kisah pergantian kelaminnya. Terbesit ide, jangan-jangan si tukang bar ini ialah Si Jhon dari masa nan lebih kudian, dan anak Si Jane yang diculik di rumah sakit sesungguhnya diculik oleh orang yang melakukan perjalanan waktu dan kemudian di letakkan di tahun 1945 di ke panti asuhan tempat si Jane dibesarkan.

Tebakan kami rupanya tiada meleset, benar kiranya dan yang lebih mengejutkan lagi, rupanya laki-laki yang menghamili si Jane dan kemudian meninggalkannya ialah dirinya sendiri yang telah berganti kelamin menjadi laki-laki. Jhon si penjaga bar membawa Jhon si penulis ke masa lalu guna bertemu dengan dirinya yang masih perempuan dan kemudian menghamili diri sendiri. Ya ampun, terkenang kami dengan umpatan orang Amerika “Fuck with Your Self..”

Ada lagi kejutan lain, rupanya si Tukang Bom ialah Jhon yang sudah tua, ya ampun sungguh mengerikan akibat dari perjalan waktu ini.

Sesungguhnya kisah ini ialah kisah menyedihkan, bagaimana seseorang ada didunia tanpa memiliki sejarah, keluarga, orang tua, saudara, ataupun kerabat lainnya “Mana yang lebih dahulu ada, telur atau ayam..?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s