Mata-mata Lawak

Picture: Here

Dalam beberapa hari ini kami menonton dua buah filem mata-mata yang berlainan dengan nan sudah-sudah kami tonton. Biasanya filem aksi mata-mata serupa James Bond, Bourn, Mission Imposible, dan lain sebagainya mempertontonkan kegagahan, kepahlawanan, kejituan dalam menjalanakan kegiatan mata-mata, kehebatan peralatan nan menyokong seorang agen dalam menjalanakan aksinya, berbagai tindakan laga nan berbahaya, dan lain sebagainya.

Namun berlainan dengan dua buah filem nan kami tonton, lebih ringan, lawak, dan membuat ringan kepala ini. Filem pertama ialah The Man From UNCLE, cerita filem ini ialah dimasa Perang Dingin masih berjaya dimana dua kekuatan besar saling berebut kendali atas Planet Bumi ini. Filem ini mengisahkan dua agen dari kedua negara saling bekerja sama atas persetujuan negara mereka demi mencegah teknologi nuklir jatuh ke tangan fihak nan tak bertanggung jawab.

Sebenarnya kedua negara ini sama-sama takut kalau ada nan lebih unggul dari mereka dalam perkara nuklir dan misi sebenarnya dari agen mereka ialah menghancurkan si teroris, mengambil salinan teknologi mereka, dan kemudian membunuh agen lawan. Suatu nan lazim kita temui pada masa sekarang yakni seperti kata orang kampung kami takuk galombang ka ta impik,[1] artinya takut orang lain menjadi lebih hebat dari kita.

Filem ini menyajikan aksi lawak dari kedua agen laki-laki ini, ditambahi seorang agen perempuan nan mereka tak ketahui kalau ia seorang agen. Kedua agen lelaki ini menyangka si perempuan ialah seorang umpan guna mencapai sarang dari para teroris sebab ayahnya ialah pencipta dari teknologi tersebut.

Saling menyadap, saling dengki, saling menunjukan kehebatan, dan saling bergaya. Itulah nan dilakukan kedua agen laki-laki ini. Tanpa mereka sadari dalam hati sanubari mereka timbul rasa setia kawan antara satu dengan nan lain. Hal ini terbukti di akhir filem dimana kedua agen ini sama-sama mendapat perintah untuk mengambil salinan teknologi nuklir dan membunuh agen lawan.

Picture: Here

Filem nan kedua berjudul SPY nan berarti Mata-mata, dibintangi oleh seorang perempuan gemuk nan jenaka. Dalam keseharian ia hanya bertugas sebagai pengarah agen nan bekerja dilapangan. Duduk manis di hadapan komputer, memberitahu situasi, jumlah, jalan keluar, melakukan kontak dengan fiha terkait guna mendukung aksi sang agen di lapangan, singkat kata menjadi mata dan telinga si agen.

Demikianlah sampai si agen nan dipandunya meninggal dan dia memutuskan untuk turun ke lapangan guna membalaskan dendam si agen nan diam-diam dikasihinya. Berbagai aksinya dilapangan membuat kita nan menonton tergelak, betapa hebatnya dia dalam berkelahi, menembak, menjalankan aksi, dan lain sebagainya.

Dalam beraksi di lapangan ia digaduh oleh seorang agen nan tiada setuju dengan cara kantor mereka menangani keadaan, apalagi selepas kematian kawan mereka. Agen ini diperankan oleh Jason Statham yang aksinya kita kenal dalam filem The Transporter, Parker, The Italian Job, dan berbagai filem laga lainnya. Namun disini Jason memerankan seorang agen yang ceroboh, besar mulut, selalu sial, tak berpengetahuan, gegabah, dan selalu salah dalam menilai keadaan. Sungguh kami tiada habis fikir “Kenapa Tuan Jason mau menerima peran ini?”

Melihat filem ini kami sadar kita tak boleh menyerah pada keadaan, dan jangan pula terlalu terpengaruh dengan kata orang. Kami terkenang dengan Samo Hung, seorang aktor filem Hong Kong, badannya besar pula tapi ia jago berkelahi, tiada nan dapat menandingi. Saatnya memperteguh hati dan pendirian kita..

______________________________

[1] Takut Gelombang Akan Terhimpit

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s