Musim Penyakit

Picture: Here

Kalau kami tiada salah, di negeri empat musim pada saat sekarang ini mereka sedang dalam musim dingin. Dan kalau kami tiada salah lagi penyebab dari musim dingin ini ialah karena letak bumi sedang berjauhan dengan matahari. Itulah nan pernah kami dengar dahulu, entah benar entah tidak. Adapun dengan negeri tropis dimana matahari bersinar sepanjang tahun, sedang dilanda musim penghujan. Namun setelah kami dengar-dengar dari berita, tak pula musim ini melanda keseluruhan negeri.

Di negeri kami, sudah semenjak beberapa bulan nan lalu hujan turun. Terkadang sepanjang hari, terkadang setengah hari, terkadang sebentar lagi dan selepas itu matahari kembali bersinar kembali. Beberapa hari ini angin ribut melanda beberapa negeri di propinsi kami, padahal sebelumnya di kabarkan salah satu bandar nan terletak di tepi pandai mengalami cuaca panas, bahkan pada pagi hari sampai 34 derajat selsius suhunya. Sungguh kami tiada menyangka.

Dan biasanya lagi, pada musim serupa ini, berbagai penyakit datang menghampiri. Ada-ada saja nan sakit, serupa kami pada saat ini. Demam berkepanjangan, kepala berdenyut, dan badan letih. Kata kawan kami “Kalau tak terlalu banyak kerja berarti engku sedang banyak fikiran. Usahlah disalahkan musim nan serupa ini sekarang..!” Mungkin kawan kami itu benar.

Namun kami dengar beberapa orang kawan kami ikut pula sakit, kemudian anak-anak mereka ikut pula sakit. Bahkan salah seorang anak kawan kami sampai dirawat di rumah sakit karena panas tinggi. Kata ayahnya “Mungkin karena bundanya pernah step dahulu semasa kanak-kanak engku. Jadi menurun kepada anaknya..” demikian penjelasan suami kawan kami. Dalam hati kami bertanya “Step itu apa ya? bukankah artinya “langkah”? lalu apa hubungannya dengan panyakit?”

Menjelang tengah hari, kawan-kawan di kantor mulai ramai datang ke rumah sakit menjenguk anak kawan kami itu. Begitu melalui pintu hadapan rumah sakit kami telah disambut oleh ramainya orang nan datang berobat. Sejauh pengetahuan kami biasanya tak seramai ini orang. Segala macam kursi penuh diduduki orang, di lorong-lorong ramai orang berlalu-lalang, di hadapan ruang operasi ramai pula orang menggelar tikar untuk duduk. Di ruang perawatan ramai pula orang (ramai karena banyak nan menjeguk) termasuk di ruang perawatan anak kawan kami ini, ramai oleh kawan-kawan kantor nan kebanyakan ialah induak-induak[1].

Singkat kata, rumah sakit nan kami kunjungi sudah seperti pakan[2] saja, ramai. Bedanya, kalau pakan ramai oleh orang nan berniaga maka kalau rumah sakit ini ramai oleh orang sakit. Sungguh melihat nan demikian fikiran kami segera melayang kepada si buyuang, semalam bundanya cakap kalau anaknya sudah mulai batuk-batuk dan sedikit salemo.[3]

Terkenang dengan percakapan suami kawan kami tatkala kami tanya gejala awal sakit anaknya “Gejala awalnya hanya batuk-batuk saja engku, kemudian panas..”

“Semestinya engku sedia pengukur panas badan[4] di rumah. Awak saja nan anak awak telah gedang-gedang masih bersedia di rumah..” nasehat salah seorang rangkayo kawan kantor kami.

Demikianlah, semoga ia baik-baik dan sehat saja di sana..

[1] Ibu-ibu

[2] Pasa

[3] Ingus, influenza

[4] Terometer

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s