Katika Tuan Gagah Pergi

Picture: Here

Dahulu, sangatlah payah mendapatkan sebuah buku bagus terbitan terbaru, kecuali buku-buku pelajaran ataupun buku anak kuliahan, adalah agak beberapa. Nan namanya kedai buku, lebih banyak menjual buku tulis, buku gambar, berbagai kertas, dan alat tulis lainnya. Toko buku serupa nan kami baca dalam roman, kami tonton dalam sinetron ataupun filem tiada pernah kami jumpai.

Itu di bandar kami, Bukit Tinggi. Kalau di Bandar Padang semasa kami berkuliah telah ada dua buah kedai buku besar. Satu kepunyaan orang Minang, satu kepunyaan jaringan perkedaian orang dari Jakarta. Di kampus kami di Limau Manis banyak pula para pedagang buku nan menggelar dagangan mereka di kawasan masjid kampus, buku-buku agama terutama.

Selain masyarakat umum, juga ada beberapa orang mahasiswa nan menjual buku, kemungkinan mereka anggota forum[1] di kampus. Selain itu, anak forum apabila mengadakan kegiatan, mereka juga sering mengadakan Bazaar Buku. Pada acara bazar buku inilah kami mendapati sebuah buku nan berjudul “Ketika Mas Gagah Pergi” nan dikarang oleh seorang akhwat nan bernama Helvy Tiana Rosa.

“Tatkala Tuan Gagah Pergi, itu judulnya dalam bahasa kita..” canda seorang kawan.

Ketika itu buku tersebut hanya kami pandangi, kami baca ringkasan isinya pada kulit bagian belakang buku. Selepas itu kami letakkan kembali, tiada berkenan dengan harga. Cukup sedih juga karena katanya buku tersebut bagus sangat. Pada masa itu buku termasuk kepada jenis ‘Barang Mewah’, mahal.

Sebelas tahun kemudian kami baru berhasil mendapatka bukunya.

“Hah.. buku ini..” seru isteri kami takjub “Dinda telah mencari-carinya tuan, hendak membaca pula..” terang isteri kami dengan senyum bahagia.

Konon kabarnya karangan ini hendak difilemkan dan satu nan membuat kami takjub bercampur salut kepada rangkayo pengarang ialah beliau selama ini telah menolak tawaran dari beberapa rumah produksi nan berkeinginan memfilemkan karangannya ini. Alasannya ialah pengarang kurang sefaham dengan pihak rumah produksi mengenai beberapa perkara nan mendasar.

Maklumlah kami maksudnya, karena belajar dari pengalaman selama ini. Karangan nan dijadikan filem – terutama roman-roman Islami – beberapa ada nan melenceng dari tujuan utama romannya, berdakwah mengenai syari’at – banyak nan ruh tatkala difilemkan. Kami salut dan kagum dengan Rangkayo Helvy, tetap memegang teguh pendiriannya.

Maka dari itu dibuatlah pengumpulan dana untuk membuat filem ini, terutama dari para penggemar kisah di buku ini. Sudah banyak nan menyumbang..

Selepas membaca karangan mengenai Ketika Tuan Gagah Pergi, kami heran dengan kisah selanjutnya. Sepertinya tiada berhubungan. Setelah membaca kisah selanjutnya lagi kami baru sadar bahwa buku ini merupakan kumpulan cerpen dari Rangkayo Helvy.

Kisah-kisah di buku ini memang menarik, sebagian besar mengambil tempat di Jakarta dan sekitarnya, ada salah satunya mengambil tempat di Medan dan Aceh. Sedih kami karena negeri kami tiada dijadikan sebagai tempat kejadian. Ah, berprasangka baik saja “Mungkin Rangkayo Helvy belum pernah berkunjung ke negeri kami..” ucap kami dalam hati.

Silahkan baca bukunya, Insha Allah mendatangkan menfaat.

________________________________

Catatan Kaki:

[1] Forum disini mengacu kepada rohis, kumpulan remaja nan mengkhususkan diri untuk mengkaji hukum syari’at dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan pribadi, kemudian mendakwahkannya kepada keluarga, lingkungan, dan masyarakat sekitar. Di kampus kami, mereka dikenal dengan sebutan “Anak Forum”

*https://referensibukubagus.wordpress.com/2015/01/16/sinopsis-buku-buku-ketika-mas-gagah-pergi-dan-kembali-karya-helvy-tiana-rosa/

Advertisements

10 thoughts on “Katika Tuan Gagah Pergi

      1. Salam kenal sahabat jauhh.
        Jdi ingat sama film “tenggelamnya kapal van der wick”. Engku zainuddin dan hayatii. Ngomong pake bahasa melayu minangkabau. Mungkin engku juga pernah menontonnya :))

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s