Kepada Bulan

Picture: Here

Tiadakah engkau merasa kesepian seorang diri di atas sana duhai Bulan? Ah daku lupa, ada bintang-bintang yang mengawani engkau. Berlainan dengan daku nan seorang diri menatap engkau kini. Hanya berkawankan dinginnya malam, cingkariak[1], dan toncek[2] di dalam tebat[3] saja.

Jauh dari belahan jiwa, jauh pula dari jantung hati. Entah sedang mengapa mereka kini..

Duhai bulan, dapatkah daku memintakan tolong kepada engkau? Tolong tengok keadaan mereka disana. Mata daku tiada dapat menembus pekatnya malam.

Adakah baik keadaan mereka? Adakah lelap tidur mereka? Tak mati lampukah disana? Tak adakah nyamuk nan menggaduh tidur mereka? Tak kepanasankah mereka?

Bulan, adakah engkau pernah merasa kesepian di atas sana? Berkawankan bintang namun mereka jauh dari engkau. Hanya cahaya mereka nan gemerlap saja nan sampai kepada engkau.

Adakah engkau merasa kesepian? Tak sedihkah engkau?

Ah, selamat malam bulan. Semoga malam ini tiada awan sehingga sinar kecantikan nan engkau miliki dapat dirasakan alam raya nan sunyi ini.

Semoga mereka nun jauh disana dapat pula merasakan kehadiran engkau, menikmati sinar kecantikan nan engkau pancarkan malam ini.

Ah hujan, engau turun pula tengah malam ini. Tapi tiada mengapa, hujan itu berkah, mudah-mudahan dinginnya hujan dapat menyejukkan mereka nan ada di negeri panas sana..

_____________________________

Catatan Kaki:

[1] Jangkrik

[2] Kodok

[3] Kolam

Advertisements

One thought on “Kepada Bulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s