Messiah Conspiracy

Picture: Here
Picture: Here

Beberapa bulan nan lalu kami membaca sebuah roman, yang mengisahkan seorang detektif FBI bersama seorang arkeolog dalam usaha mereka memecahkan kasus pembunuhan yang mengiringi kasus perampokan nan terjadi sebelumnya. Roman ini bersifat bolak-balik, diawal kisah diceritakan perihal pertempuran terakhir di Yerusalem disaat sebelum umat muslim merebut kota itu dimana selanjutnya dikisahkan perjuangan seorang Kesatria Templar dalam mempertahankan dan menjaga rahasia Ordonya.

Roman ini menarik minat kami karena menyajikan kisah perihal Templar dan rahasia konspirasi dari sudut pandang lain. Tidak hanya soal Holly Grail ataupun Sang Real atau tentang Maria Magdalena beserta keturunan Yesus yang disangka masih hidup dan terus berkembang hingga sekarang. Roman ini berkisah perihal rahasia sebenar nan sangat menebarkan, perihal sebuah Injil yang ditulis langsung oleh Yesus.

Namun sayang, karena roman ini berakhir dengan sebuah pilihan yang kami anggap sangat menohok. Tess Chaykin – seorang arkeolog – memutuskan untuk membenamkan kebenaran karena tiada hendak terjadinya kegoncangan dalam satu agama. Dengan arti kata lain, sebuah kebohongan dipilih untuk mempertahankan sebuah agama yang sebenarnya tak pernah ada.

Selama membaca roman ini kami merasa si pengarang belum dapat melepaskan prasangkaan negatif perihal Islam dan umat Muslim. Dia juga tiada hendak mengakui peradaban muslim yang besar walaupun pada akhirnya tokoh utama dari roman ini menggunakan peta yang dibuat oleh seorang ahli bumi Muslim pada abad pertengahan, Al Idrisi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s