Bertanggang ramai-ramai

Picture: Here

Hape berdering tiada henti, dia sudah tahu siapa nan menelpon. Dihiraukan saja, karena sudah dapat menerka apa nan hendak disuruhkan kepadanya. Mandi, shalat, dan berkemas selepas itu berangkat, itulah nan ada di kepalanya saat itu.

Selepas menjadi juaro[1] ia putuskan untuk pulang beristirahat, badannya semakin mendingin, kepala semakin mendenyut, sendawa tiap menit, dan perutnya tiada nikmat. Nanti malam ia akan kembali bertugas, entah sampai pukul berapa. Malam ini ialah malam nan penting bagi bandarnya. Malam resepsi Milad Bandar.

Petang itu, ia dibangunkan oleh deringan hape, diabaikan karena telah tahu dari siapa dan apa nan akan dipercakapkan dengan dirinya. Menjelang pukul enam ia telah sampai di tempat tujuan, lengang, hanya ada beberapa orang, dan dia langsung disuruh ke tempat nan telah disediakan. Menjadi Operator pemutaran filem singkat pada malam hari ini.

Ternyata apa nan dicemaskan oleh beberapa orang terjadi juga, ada masalah dengan komputer jinjing kantor nan dibawanya. Dicobanya memperbaiki namun tiada berhasil akhirnya ia menyerah, menggunakan laptop Engku Kepala jadinya. Kebetulan engku kepala meninggalkan laptopnya di sana.

Begitu engku kepala balik dari rumah, ditanya dirinya “Bagaimana kesehatan engku?”

St. Rajo Basa terkejut, disangka akan kena marah justeru mendapat tanya tanda  perhatian “Alhamdulillah selepas tidur tengah hari sampai petang, telah berpeluh badan ini engku, hanya kepala saja nan masih agak sakit..”

Segera engku kepala mencarikan obat penawar sakit kepala dan memberikannya kepada St. Rajo Basa. Senang bukan kepalang ia, bukan karena diberi obat namun karena tiada kena marah dan mendapat perhatian dari induk semangnya.

Sesungguhnya malam itu tak hanya dari induk semang saja ia mendapatkan perhatian. Dari kawan-kawannyapun ia mendapat perhatian, serupa; ada nan memberikan ia makanan ringan, ada nan memberikan nasi, ada pula nan mengambilkan sate beserta teh panas untuk dirinya.

Itulah kebesaran Allah Ta’ala, jauh dari isteri, tak mendapat perhatian dan penjagaan dari sang isteri, kawan-kawannya nan memberikan perhatian dan sokongan.

Acara berjalan baik dan dapat dikatakan berjaya pada malam ini. Filem singkat nan dibuatnya dari rangkaian foto disenangi oleh induk semangnya dan beberapa orang kawan-kawan nan lain.

Senang hatinya, pukul setengah dua belas malam ia pulang namun beberapa orang kawannya masih berada di tempat acara, menyelesaikan ini dan itu. Tugasnya sebagai operator telah usai.

Jalanan telah lengang tatkala ia lalui pada tengah malam itu, beberapa oto dan onda saja bersua di jalan. Apalagi jalan menuju kampungnya, tak satupun kendaraan tersua kecuali sudah menjelang rumahnya. Hujan telah reda ketika itu, meninggalkan jalanan nan basah..

____________________

Catatan Kaki:

[1] Orang laki-laki yang bertugas sebagai peangkat jamba (hidangan) pada setiap kenduri di Minangkabau

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s