Pemusik di Taman Sabai nan Aluih

Picture: Here

Pada suatu Ahad nan cerah di pertengahan bulan Desember, St. Rajo Basa menyempatkan singgah ke Jam Gadang nan berada di atas Bukik Kubangan Kabau. Di sekitar Jam Gadang ini telah dibuat oleh orang sebuah taman nan diberi nama Taman Sabai nan Aluih. Pada hari Ahad ini, taman tersebut terlihat agak ramai oleh orang nan datang. Ada sesuatu nan menarik perhatiannya pada taman ini, berjarak agak beberapa meter sebelah kiri Jam Gadang (arah ke Gunuang Marapi) ia dapat sebuah tenda nan dipakai untuk memayungi seperangkat alat musik berupa orgen. Dia heran, ada acara apakah hari ini di sini?

Setelah dia bertanya kepada seorang kawan, kawannya menjawab “Tiada acara apa-apa engku, mereka itu ialah sekelompok pemusik nan sedang mengamen..”

Sungguh takjub ia, selama ini ia selalu berangan-angan agar di negerinya ada pengamen nan serupa di luar negeri di negeri barat. Kalau disini para pengamen mendatangi seseorang atau sekelompok orang dan kemudian bernyanyi di dekat mereka. Selepas itu, sehabis satu lagu – pada beberapa kejadian, lagu terkadang tak habis didendangkan – maka mereka akan meminta upah sekadarnya atas hiburan singkat tersebut. Ada nan memberi ada nan tidak, terkadang berat untuk tak memberi karena atas dasar kasihan dan lain sebagainya. Bahkan ia pernah mendengar kisah-kisah tak menyenangkan seputar pengamen nan serupa ini, namun pada masa sekarang kisah tersebut sudah mulai berkurang terdengar olehnya.

Sekarang ia dapati sekelompok orang nan tak hanya bermodalkan gitar saja melainkan seperangkat alat musik nan dihidupkan oleh listrik, memakai tenda pula. Alat musik mereka dihidupkan pula dengan menggunakan genset nan pasti menggunakan bensin nan saat ini konon kabarnya harganya sedang terancam untuk dinaikkan, kabar-kabarnya. Di hadapan tenda mereka letakkan kardus di atas sebuah kursi plastik, pada kardus tersebutlah orang-orang memasukkan uang sekadarnya atas jasa mereka menghibur orang-orang.

Ada sesuatu nan membuat ia terpana bercampur kagum dan kasihan, sesuatu itu ialah keempat orang penyanyi dan pemain musik itu rupanya mata mereka  tiada dapat melihat. Namun tak hanya mereka berempat saja, melainkan ada juga satu atau dua orang kawan mereka mengawani. Memang demikianlah hendaknya,  mesti dikawani. Ketika didapatinya, orang sedang lengang, dua orang dari mereka telah berganti-ganti mendendangkan dua buah lagu.

Takjub ia, kagum ia, sekaligus sedih. Betapa orang dengan segala kekurangan masih berketetapan hati untuk sekuat tenaga tak menyerah dalam menjalani hidup. Segala hambatan berusaha ditaklukan, tak dibiarkan kekurangan itu menjadi penyebab diri mereka untuk menyerah kepada kehidupan. Berkali-kali ia mengucapk syukur atas keadaan dirinya dan berkali-kali pula ia mengutuki diri karena dirasa dirinya masih kurang dalam bersyukur kepada Allah Ta’ala atas segala Rahmat nan dilimpahkan kepada dirinya dan keluarganya.

“Duhai, kasihan mereka, orang lengang. Adakah balik pokok mereka nantinya? Tengoklah segala peralatan dan genset itu, pastilah mesti dirawat dan dibeli bensinnya..” ucapnya sedih dalam hati.

Namun Allah Maha Kuasa, tak berapa lama kemudian orang-orang mulai berdatangan mengelilingi tenda tempat para pemusik. Bahkan disaat ia hendak pergi dari Taman Sabai nan Aluih masih berganti-ganti orang-orang nan hendak menendangkan lagu. Ya, selain para pemusik, para pengunjungpun dapat meminta dimainkan sebuah lagu untuk mereka dendangkan. Tentulah bayaran nan mereka dapatkan lebih lagi, syukurlah..

“Semoga kemudiannya  semakin banyak saja pengamen nan serupa ini..” ucapnya entah kepada siapa.

Kawannyapun menimpali “Amin engku, demikian hendaknya. Kalau serupa ini orangn nan memberikan uang lebih ikhlas dan merekapun akan mendapat berkah atas uang nan mereka dapatkan. Bukankah demikian lebih baik engku..?”

“Benar engku, sefaham awak dengan engku..” jawab St. Rajo Basa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s