Museum Bebatuan

Museum Bebatuan dari arah muka
Museum Bebatuan dari arah muka

Museum Bebatuan merupakan tempat nan mereka tuju di ibu negeri Periangan ini. Konon kabarnya museum ini sangat bagus sekali, banyak orang datang ke sini. Tatkala St. Rajo Basa dan kawan-kawan datang menyambangi museum ini, benar adanya, memang bagus. Berbagai koleksi tertata dengan rapi.

Berbagai jenis bebetuan nan ada di republik ini tersaji dengan baik di museum ini. Tidak hanya itu, peta lengkap penyebaran sumber daya tambang juga ada beserta videonya. Museum ini memperlihatkan betapa kayanya republik ini.

Fosil Gajah Purba tepat berada di pintu masuk
Fosil Gajah Purba tepat berada di pintu masuk

Tak lama kami disini karena museum akan segera tutup pada pukul empat. Selepas shalat ashar St. Rajo Basa beserta kawan-kawan berjalan dari museum menuju ke sebuah bangunan peninggalan Belanda yang pada saat sekarang menjadi kantor bagi Tuan Gubernur. Nama bangunan tersebut sama dengan nama salah satu makanan khas dari negerinya. Sampai kini kami iapun heran kenapa dinamakan demikian.

Berfoto sejenak dan selepas itu mereka hengkang menuju salah satu pusat perbelanjaan. Mereka datang tepat di bagian hadapan bangunan sedangkan bagian nan ada tamannya ialah bagian belakang. Di hadapan bangunan ini tak begitu ramai, hanya mereka serta sekelompok anak sekolah nan duduk-duduk di sana. Beberapa orang petugas keamanan tegak-tegak berkelompok, di gerbang masuk terpampang tulisan dilarang masuk.

Salah satu ruangan pameran
Salah satu ruangan pameran

Baru beberapa jam di bandarni, hatinya telah tertarik pada beberapa keadaan nan didapatinya. Keadaan pertama ialah di bandar ini banyak terdapat taman nan diberi mereka besar-besar. Aneh-aneh mereknya. Konon kabarnya taman-taman tersebut merupakan buah pemikiran dari Ketua Bandar yang kabarnya juga ialah seorang perancang bangunan. Keadaan kedua ialah di bandar ini terdapat banyak jalan satu arah, mungkin untuk menghindari kemacetan “Baik juga di terapkan di bandar kita..” ujarnya dalam hati.

Demikianlah nan didapatinya, sayang ia dan kawan-kawan hanya dua hari – tepatnya satu setengah hari – di ibu negeri Periangan ini. Hatinya belum puas karena belum jelas padanya rupa bandar ini seluruhnya.

Tambahan Gambar

Siapakah nan dapat menerjemahkan tulisan dengan bahasa penjajah ini?
Siapakah nan dapat menerjemahkan tulisan dengan bahasa penjajah ini?
Salah seorang Pahlawan Nasional nan baru kami ketahui
Salah seorang Pahlawan Nasional nan baru kami ketahui
Terbacakah tulisan nan berada di atas pintu itu duhai engku, rangkayo, serta encik sekalian?
Terbacakah tulisan nan berada di atas pintu itu duhai engku, rangkayo, serta encik sekalian?
Tekan cingkunek nan terletak di bawah untuk memainkan filem
Tekan cingkunek nan terletak di bawah untuk memainkan filem
Ruang Pemeran nan lain
Ruang Pemeran nan lain
Salah satu ruang pameran
Salah satu ruang pameran
Layar sentuh
Layar sentuh
Bola dunia
Bola dunia
Sekelompok kanak-kanak sedang menonton filem dokumenter
Sekelompok kanak-kanak sedang menonton filem dokumenter
Salah satu ruang pameran
Salah satu ruang pameran
Nan ditengok tipi bukan lampunya engku
Nan ditengok tipi bukan lampunya engku
Nan fosil ini tentulah engku, rangkayo, serta encik kenal.
Nan fosil ini tentulah engku, rangkayo, serta encik kenal.
Fosil Binatang Purba nan lain
Fosil Binatang Purba nan lain
Advertisements

One thought on “Museum Bebatuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s