Semakin saja..

Matahari di Petang Ahad
Matahari di Petang Ahad

Semakin saja, demikianlah kata nan tepat untuk diucapkan. Nan semula tiada merasakan apa-apa, kini telah mulai terasa. Sabtu nan lalu papa dan adik perempuan kami kena sakit, hari ini adik lelaki kami. Esok entah siapa lagi..

Adapun dengan si buyuang, suara nafasnya terkadang seperti suara orang sedang terkena batuk berdahak. Duhai, semenjak lahir ia belum pernah menghirup udara bersih “Kasihan engkau buyuang, baru tiba di dunia ini engkau langsung kena uji. Tanda Allah sayang kepada engkau..”

Semakin saja,.

Semakin banyak orang memakai penutup hidung (masker) namun tetap lebih banyak nan tidak. Entah kenapa, padahal sudah diberi tahu. Semisal orang-orang nan berjualan di pasar, mereka tiada memakai penutup hidung. Ada juga engku-engku ataupun rangkayo ataupun encik-encik pedagang keliling. Berjalan, naik kereta[1], ataupun onda berkeliling keluar masuk perumahan sambil berteriak-teriak memberi tahu dagangan mereka. Serta masih banyak lagi nan tangkar[2] tak  menghiraukan kesehatan.

Kata kawan kami ada beberapa kemungkinan: Pertama, mereka ada tahu bahaya asap namun tiada peduli karena belum merasai. Mereka akan memakai penutup hidung apabila sudah terkena penyakit. Kedua, ialah karena merasa tak nyaman dengan penutup hidung tersebut sebab belum terbiasa. Ketiga, mereka tiada tahu kalau penutup hidung dapat mengurangi ancaman penyakit akibat kabut asap.

Selain itu ada pula kebiasaan baru di Bandar Padang ini yakni semakin tebal asap maka semakin acap[3] listrik padam serta air mati. Cobalah engku bayangkan, Padang nan telah panas ditambah asap dan mati lampu, bertambah panaslah ia. Kipas tak dapat hidup, nyamuk bersimaharajalela mereka. Dapatkah engku tidur nyenyak kalau demikian?

Kata kawan kami lagi “Hal ini berbanding lurus dengan ketebalan asap engku..”

“Maksud engku?” tanya kami heran

“Semakin tebal asap berbanding lurus dengan volume kematian air dan pemadaman listrik..” jawabnya sambil tersenyum mencemooh kepada kami.

Kata kawan kami lagi “Si Kampret itu hendaknya belajar kepada PLN perkara Padam-Memadamkan ini..”

[1] Sepeda

[2] Keras kepala

[3] Sering

Advertisements

2 thoughts on “Semakin saja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s