Semakin saja..

Embun tatkala bercampur dengan asap di kampung kami. Pada suatu pagi Kamis
Embun tatkala bercampur dengan asap di kampung kami. Pada suatu pagi Kamis

St. Malano kabarnya sakit, tak masuk kantor ia, demikianlah kabar nan kami dapatkan ketika di kantor kemarin. Semenjak hari Senin nan silam ia telah mengeluh sakit jua, badannya mendingin, katanya. Sebagian kawan-kawan menyalahkan Musim Kabut Asap “Karena asap, banyak saja penyakit nan tiba..”

“Banyak-banyaklah minum air putih..” nasehat kawan nan lain. Adapun kami tiada ikut-ikut memberi nasehat karena seperti apapun nasehat nan kami berikan pasti ada saja bekal untuk menjawap oleh St. Malano ini.

Memanglah Musim Kabut Asap belum ada tanda-tanda akan usai. Walau kami dengar di propinsi jiran kami beberapa pembakaran telah usai namun konon kabarnya asap nan masih ada ini berasal dari kiriman jiran kami di selatan. Entah benar, entah tidak.

Memang kian hari kian pekat saja, bahkan dalam sehari itu berlainan keadaannya. Pagi tak begitu pekat namun semakin tinggi hari, semakin tinggi pula volume kabut asap agaknya. Satu keanehan di pagi hari, ketika bercampur dengan embun, pekatnya bertambah sangat. Kita masih dapat merasakan bahwa ada asap ialah ketika hidung terasa pedih atau nafas terasa sesak.

Adapun halnya dengan St. Malano beruntung ia agaknya, karena mendapat libur. Sebagian besar kawan-kawan bergumam karena kabut asap. Namun kami sendiri heran, kalau memang karena kabut asap, kenapa dia tak terkena penyakit gangguan pernafasan? Kami sendiri heran dengan pertanyaan kami.

Namun kami terkadang heran dengan sifat berlebihan atau lebay (Menurut bahasa orang Jakarta) kawan-kawan kami. Kalau ada nan sakit, maka dengan segera Musim Kabut Asap nan disalahkan, menjadi Kambing Hitam. Sudah jelas ia asap, bukan kambing.

Kami harapkan kabar dari kami ini dapat menambah khazanah berita engku, rangkayo, serta encik sekalian. Kami tengok-tengok, jarang ada kabar nan memberitakan keadaan negeri kami di masa Musim Kabut Asap ini. Maklumlah..

PS: Pagi ini bau asap sudah menyesak rasanya di hidung, berlainan dengan pagi-pagi sebelumnya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s