Selamat Hari Raya Idul Adha 1436H

Lukisan Mekah tahun 1850 Ilustrasi Gambar: Internet
Lukisan Mekah tahun 1850
Ilustrasi Gambar: Internet

Selamat merayakan hari raya Idul Adha kepada engku, rangkayo, serta encik sekalian. Sungguh hari raya tahun ini merupakan hari raya yang penuh akan ujian untuk kita semua, terutama bagi jama’ah yang menunaikan Ibadah Haji beserta keluarga yang ditinggalkan di rumah.

Dimulai dari tragedi Crain yang menyebabkan beberapa orang jama’ah meninggal dunia. Dan yang terbaru ialah kemalangan yang menimpa para jama’ah di Mina. Semoga kita semua terutama para jama’ah nan syahid beserta keluarga di beri kelapangan, kesabaran, dan ketabahan oleh Allah Ta’ala.

Semenjak tragedi crain kami cemas dengan pernyataan yang akan dikeluarkan oleh Kaum Sepilis, beruntung kami tak pernah mendengar karena memang kami telah lama menjauh televisi. Dahulu kami senang sekali menonton berita namun pada saat sekarang kami menjadi enggan.

Lain kisah di Mekah lain pula kisah nan berlaku di kampung kami. Di surau sebelah rumah dimana ibadah kurban ditunaikan terjadi kejadian menarik, entahkan lawak atau mencemaskan. Salah seekor bantiang[1] melarikan diri ketika sedang berusaha diikat untuk didabiah[2]. Tentu saja hal ini membuat orang-orang menjadi cemas, ada yang berteriak, ada yang berlari, dan ada pula yang tegak termenung.

Terkenang kami akan kejadian nan serupa bertahun-tahun nan silam. Ketika itu kami masih kanak-kanak, tak tahulah kami apakah sudah bersekolah ataukah belum ketika itu. Ibadah kurban ditunaikan oleh orang di Tanah Lapang Sanawiyah, ketika itu diadakannya masih terpusat yakni pihak nagari nan meadakan belum serupa sekarang dimana diadakan per jorong.

Bertahun-tahun selepas itu sering kami berharap agar ada bantiang lepas dan lari, agar kenangan serupa itu dapat kami rasakan kembali. Namun tiada pernah, baru sekarang terjadi kembali.

Terkenang kami dengan kaji nan pernah kami dengar di surau perihal adab mendabih hewan. Dimana diajarkan oleh nabi kita ketika mendabih hewan tidak dilakukan di hadapan kawannya. Namun nan kami dapati tak demikian, terkenang kami dengan cara mendabih hewan nan dilakukan ketika aqiqah si buyuang.

Bagaimana kenangan  berhari raya di kampung engku, rangkayo, serta encik sekalian?

[1] Jawi, Sapi

[2] Sembelih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s